Dulu Hanya di Afrika, Kini Gemparkan RI: Siapa Sebenarnya itel?
- iTel
Strategi ini efektif di pasar berkembang seperti Indonesia, di mana brand awareness lebih kuat daripada spesifikasi teknis. Banyak pembeli pertama kali melihat “S25 Ultra” dan langsung mengasosiasikannya dengan flagship Samsung padahal harganya hanya Rp2,2 jutaan.
Namun, itel juga punya sisi orisinal. Seri seperti RS (Real Speed) dan City menunjukkan upaya menciptakan identitas sendiri terutama untuk menonjolkan fitur unggulan seperti baterai besar atau layar lebar.
3. Fokus Eksklusif pada Segmen HP Murah: Harga Mulai di Bawah Rp1 Juta!
itel tidak pernah bermimpi bersaing dengan iPhone atau Galaxy S25. Merek ini secara konsisten bermain di segmen ultra-low-cost:
- itel P40: dijual di bawah Rp1 juta (sekitar Rp900 ribuan)
- itel City 100: Rp1,3 jutaan
- itel P55 5G: salah satu HP 5G termurah di Indonesia, hanya Rp1,3 jutaan
- itel S25 Ultra: flagship-nya itel, tetap di bawah Rp2,3 juta
Dengan harga tersebut, itel menyasar pelajar, pekerja harian, UMKM, dan keluarga prasejahtera yang butuh smartphone fungsional bukan mewah.
Fitur utama yang ditonjolkan:
- Baterai besar (5.000–6.000 mAh)
- Layar luas (6,5 inci+)
- Dukungan 4G/5G
- Dual SIM + microSD
Bagi konsumen dengan anggaran terbatas, itel menawarkan nilai terbaik per rupiah meski harus berkompromi pada performa dan kualitas kamera.
4. Baru Masuk Indonesia pada 2020, Tapi Langsung Bikin Gebrakan
Meski sudah eksis sejak 2007 di Afrika, itel baru resmi masuk Indonesia pada 2020. Produk pertamanya:
- itel Vision1
- itel Vision1 Plus
Keduanya dibanderol sekitar Rp1 jutaan dan langsung mendapat sambutan hangat dari konsumen yang mencari alternatif murah.
Puncak popularitasnya datang pada 2023, saat itel meluncurkan P40 smartphone dengan harga di bawah Rp1 juta yang menawarkan:
- Layar 6,6 inci
- Baterai 6.000 mAh
- Prosesor cukup cepat untuk medsos dan YouTube
- Desain modern dengan notch minimalis
Keberhasilan P40 membuka jalan bagi peluncuran deretan model baru: P55, A80, RS4, S23+, hingga S25 Ultra semua dengan strategi harga agresif dan promosi gencar di e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia.
5. Bagian dari Transsion Holdings Raksasa yang Kuasai Pasar Afrika
Banyak yang tidak tahu: itel bukan merek independen. Ia adalah bagian dari Transsion Holdings, perusahaan teknologi asal Shenzhen, Tiongkok, yang juga menaungi dua merek populer lain: