Dulu Hanya di Afrika, Kini Gemparkan RI: Siapa Sebenarnya itel?
- iTel
- TECNO
- Infinix
Transsion dikenal sebagai “raja ponsel Afrika”. Menurut laporan Equal Ocean dan MoPhoneParts, Transsion menguasai lebih dari 40% pangsa pasar smartphone di Afrika mengalahkan Samsung dan Apple.
Rahasianya? Fokus pada kebutuhan lokal:
- Kamera yang dioptimalkan untuk kulit gelap
- Baterai tahan lama (karena listrik tak stabil)
- Harga sangat terjangkau
- Fitur dual SIM dan radio FM
Strategi serupa kini diterapkan di Asia Tenggara termasuk Indonesia. itel, Infinix, dan TECNO berbagi platform hardware, sistem operasi (HiOS), dan rantai pasok, sehingga bisa memproduksi HP murah dengan margin tipis namun volume tinggi.
Kesimpulan: itel Bukan Merek Abal-abal, Tapi Punya Strategi Sendiri
itel mungkin tidak akan pernah memenangkan penghargaan “HP terbaik tahun ini”. Tapi ia tidak perlu itu. Merek ini tahu persis siapa target pasarnya: konsumen yang butuh fungsi, bukan gengsi.
Dengan harga terjangkau, fitur dasar yang lengkap, dan strategi pemasaran cerdas, itel berhasil menciptakan niche-nya sendiri di tengah dominasi raksasa teknologi.
Bagi Anda yang mencari HP cadangan, untuk orang tua, atau anak sekolah itel layak dipertimbangkan. Tapi jika Anda butuh performa, keamanan data, atau kamera berkualitas, mungkin lebih baik menabung sedikit lebih lama.
Yang pasti, itel bukan sekadar “HP murah” ia adalah simbol bagaimana teknologi bisa diakses oleh semua kalangan, tanpa harus mahal.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |