Perbandingan OS Oppo dan iQOO 2026: ColorOS vs OriginOS, Mana Lebih Unggul?
- ilustrasi
Persaingan smartphone di 2026 tidak hanya soal kamera atau chipset, tetapi juga soal sistem operasi. Oppo dan iQOO, dua brand besar yang sama-sama berbasis Android, menghadirkan pengalaman berbeda lewat antarmuka khas mereka. Oppo mengandalkan ColorOS, sementara iQOO mengusung OriginOS yang dikembangkan bersama Vivo. Keduanya kini sama-sama berbasis Android 16, namun pendekatan yang ditawarkan terasa cukup kontras.
Di satu sisi, ColorOS dikenal stabil dan ramah untuk penggunaan harian. Di sisi lain, OriginOS tampil lebih berani dengan visual futuristik dan fitur interaktif. Lantas, OS mana yang lebih cocok untuk kebutuhan pengguna di 2026?
Secara versi, Oppo menghadirkan ColorOS 16 berbasis Android 16. Sementara itu, iQOO menggunakan OriginOS 6 yang juga berjalan di Android 16. Dari sisi fondasi, keduanya setara. Namun, ketika masuk ke pengalaman penggunaan, perbedaannya mulai terasa jelas.
ColorOS membawa konsep desain yang bersih, rapi, dan minimalis. Tampilan antarmukanya cenderung kalem dengan permainan cahaya dan bayangan halus. Oleh karena itu, OS ini cocok bagi pengguna yang menginginkan tampilan profesional tanpa terlalu banyak distraksi visual. Selain itu, pengaturan ikon, folder, dan tema dibuat sederhana sehingga mudah dipahami, bahkan oleh pengguna baru.
Sebaliknya, OriginOS tampil jauh lebih ekspresif. Antarmukanya mengusung efek transparansi, blur, serta kedalaman visual yang kuat. Transisi antar menu terasa hidup dan dinamis. Tidak hanya itu, iQOO juga menghadirkan widget interaktif dan fitur seperti Origin Island yang membuat layar utama terlihat lebih modern dan futuristik. Alhasil, OriginOS sering dianggap lebih “hidup” dibanding ColorOS.
Jika berbicara soal animasi dan kelancaran sistem, ColorOS mengandalkan Luminous Rendering Engine dan Trinity Engine. Kombinasi ini membuat transisi terasa halus sekaligus menjaga efisiensi daya. Dalam penggunaan harian, mulai dari membuka aplikasi hingga berpindah menu, ColorOS terasa konsisten dan stabil.
Sementara itu, OriginOS menonjolkan animasi sinematik. Efek “one-shot animation” dan blur yang mulus membuat setiap perpindahan terasa premium. Namun, karena visualnya cukup berat, OriginOS benar-benar terasa optimal ketika dijalankan di ponsel flagship dengan hardware kencang, seperti Snapdragon seri terbaru.