Uji Keunggulan Lenovo Legion Pro 27UD-10: 4K 240Hz QD-OLED
- Istimewa
Isu Konektivitas dan Keterbacaan Teks
Sayangnya, port USB-C hanya menghantarkan daya (Power Delivery) sebesar 15 Watt. Daya sekecil ini hanya cukup mengisi baterai ponsel, bukan laptop. Oleh karena itu, Anda tetap memerlukan charger laptop terpisah. Kekurangan lain yang kami catat adalah absennya jack audio 3.5mm. Monitor ini juga tidak memiliki speaker internal. Ini menyulitkan pengguna konsol yang ingin mencolokkan headset atau speaker aktif langsung ke monitor.
Selain itu, bagi pengguna yang banyak berurusan dengan teks, struktur subpiksel QD-OLED yang berbentuk segitiga (bukan garis vertikal standar) dapat menimbulkan efek fringing (pinggiran warna) minor pada teks kecil. Meski resolusi 4K yang padat (166 PPI) berhasil menyamarkan isu ini, ketajaman teksnya belum sepenuhnya setara panel IPS 4K kelas atas.
Sebagai penutup, perlu diingat bahwa teknologi OLED membawa risiko inheren burn-in (gambar statis yang berbekas permanen). Konsumen harus secara aktif mencari klarifikasi mengenai kebijakan garansi burn-in dari Lenovo Indonesia. Monitor Lenovo Legion Pro 27UD-10 ini layak menjadi pilihan utama bagi siapa pun yang mendambakan pengalaman gaming 4K berkecepatan tinggi, asalkan mereka menerima keterbatasan pada fitur audio dan power delivery USB-C.