ROG Xbox Ally X: Spesifikasi Monster dan Eksklusif FSE
- Istimewa
- Chipset terbaru AMD Ryzen AI Z2 Extreme menjamin performa monster kelas PC portabel.
- Desain fisik total baru, lebih tebal dengan fokus pada kenyamanan genggaman (grip) ala kontroler Xbox.
- Integrasi perangkat lunak Xbox Full Screen Experience (FSE) eksklusif mengoptimalkan manajemen RAM sistem.
- Port USB4 mendukung koneksi Thunderbolt 4 dan GPU eksternal (eGPU).
Pasar handheld gaming PC terus memanas. Asus dan Microsoft resmi meluncurkan kolaborasi teranyar mereka: ROG Xbox Ally X (Model RC73XA). Perangkat ini bukan sekadar pembaruan, melainkan manifestasi nyata dari visi Microsoft membawa ekosistem Xbox ke format portabel PC fleksibel. Dibekali chipset monster AMD Ryzen AI Z2 Extreme, ROG Xbox Ally X menjanjikan performa luar biasa. Namun, apakah peningkatan hardware dan fitur eksklusif Xbox ini mampu menjustifikasi harganya di segmen handheld gaming PC yang kompetitif? Kami membedah detail utamanya.
Perubahan Desain Fisik: Prioritas Ergonomi ROG Xbox Ally X
Asus mengambil keputusan berani untuk mendesain ulang total fisik perangkat ini. Mereka kini memprioritaskan kenyamanan genggaman di atas ketipisan.
Secara dimensi, ROG Xbox Ally X menjadi lebih tebal (50,7 mm) dibandingkan pendahulunya, ROG Ally X (36,9 mm). Ketebalan ekstra ini terpusat pada bagian handgrip yang kini berkontur dalam. Geometri genggaman ini sangat mirip dengan kontroler Xbox Wireless. Perubahan ini menguntungkan gamer dengan tangan besar, sebab telapak tangan dapat mengisi ruang dengan sempurna, mengurangi kram saat sesi bermain panjang.
Estetika dan Kualitas Tombol
Estetika perangkat mengusung tema Blackout yang serba hitam dan elegan. Perubahan fisik paling ikonik terletak pada tombol wajah (face buttons). Selain Armoury Crate yang telah ada, kini hadir tombol Xbox fisik. Tombol ini bukan sekadar kosmetik; ia memberikan akses instan ke dashboard sistem, mempertegas identitasnya sebagai konsol portabel sejati.
Bobot perangkat meningkat menjadi sekitar 715 gram. Meskipun lebih berat dari Steam Deck OLED, distribusi massanya sangat seimbang berkat grip yang besar. Hal ini mencegah perangkat terasa 'jatuh' ke depan saat dipegang. Kualitas tombol ABXY dan D-pad juga telah direvisi, menjamin umpan balik taktil yang jauh lebih responsif untuk game fighting atau platformer.