Mengapa Samsung Galaxy S25+ Tiba-tiba Terbakar?
- Istimewa
Perusahaan tersebut berjanji menanggung biaya penggantian perangkat Galaxy S25+ yang rusak. Selain itu, mereka akan membayar biaya pembersihan dan restorasi rumah. Samsung juga bersedia mengganti semua tagihan medis yang terkait dengan insiden tersebut.
Pembayaran 'Rasa Sakit dan Penderitaan' yang Dinilai Rendah
Selain kerugian fisik, Samsung dilaporkan menawarkan pembayaran sebesar $500 (sekitar Rp 8 juta) per orang sebagai kompensasi atas "rasa sakit dan penderitaan" yang dialami. Namun, banyak pengguna internet dan pengamat teknologi menilai langkah ini tidak memadai.
Kritik muncul mengingat trauma yang dialami keluarga tersebut. Selain itu, mereka juga menghadapi potensi risiko kesehatan jangka panjang akibat paparan asap toksik dari baterai litium-ion. Para kritikus berpendapat nilai kompensasi tersebut gagal mencerminkan keparahan insiden yang terjadi.
Analisis Keselamatan Baterai dan Dampak Reputasi
Insiden ini bukan hanya kasus terisolasi; laporan serupa mengenai seri Galaxy S25 yang mengalami overheating dan risiko kebakaran mulai muncul ke permukaan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran yang lebih luas tentang standar keselamatan baterai, bahkan pada perangkat flagship yang seharusnya memiliki protokol pengujian paling ketat.
Samsung selalu mengklaim menerapkan pengujian baterai yang sangat ketat untuk mencegah risiko kebakaran. Meskipun demikian, perusahaan belum mengeluarkan pernyataan publik yang luas mengenai masalah ini. Mereka hanya berinteraksi langsung dengan pelanggan yang terkena dampak dalam kasus spesifik ini. Saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa masalah ini mencerminkan cacat sistemik yang lebih luas di seluruh lini S25. Namun demikian, insiden Samsung Galaxy S25+ Terbakar ini memaksa publik menuntut transparansi dan akuntabilitas yang lebih besar dari produsen perangkat premium.