Bahaya Update HyperOS 3: HP Xiaomi Impor Alami Bricking!

Bahaya Update HyperOS 3: HP Xiaomi Impor Alami Bricking!
Sumber :
  • Istimewa

Nothing OS Hapus Bloatware Meta: Janji Carl Pei yang Kembali
  • Pembaruan HyperOS 3 menyebabkan masalah serius pada perangkat Xiaomi yang diimpor dari pasar abu-abu.
  • Perangkat ini seringkali terjebak dalam kondisi bootloop atau mode pemulihan (recovery mode).
  • Masalah teknis utamanya adalah pemeriksaan kunci wilayah (region lock check) yang gagal.
  • Ada solusi sementara yang diketahui, yakni melakukan force restart berulang kali.

Daftar HP Xiaomi yang Dapat HyperOS 3 Android 15, Model Lama Ikut Kebagian

Pengguna HP Xiaomi yang memasukkan perangkat mereka dari luar negeri kini menghadapi masalah besar. Pembaruan sistem terbaru, HyperOS 3, dilaporkan menyebabkan sejumlah besar HP Xiaomi impor mengalami kondisi bricking. Bricking adalah istilah teknis ketika perangkat lunak gagal total, membuat ponsel hanya mampu stuck di bootloop atau mode pemulihan. Fakta ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi pengguna perangkat yang dibeli melalui jalur tidak resmi atau pasar abu-abu.

Mengapa Pembaruan HyperOS 3 Menyebabkan Masalah Bricking?

Harga Xiaomi 15T Terbaru Akhir 2025: Foto Siang Malam Setara DSLR Berkat Kamera Leica Terbaik untuk Budget Terbatas

Masalah ini secara spesifik menargetkan perangkat yang diimpor dari Tiongkok. Perangkat-perangkat ini biasanya dijual dengan ROM Global yang sudah dimodifikasi secara tidak resmi (converted global ROMs). Xiaomi sebenarnya tidak menganggap insiden ini sebagai bug sistem. Oleh karena itu, pengguna harus memahami akar masalah teknis ini.

Pembaruan HyperOS 3 memperkenalkan protokol keamanan baru yang lebih ketat. Protokol ini menjalankan pemeriksaan kunci wilayah (region lock check) yang mendalam. Sistem mulai membandingkan wilayah perangkat keras (hardware) ponsel dengan wilayah perangkat lunak (software) yang terinstal.

Mekanisme Pemeriksaan Kunci Wilayah

Jika perangkat keras ponsel aslinya ditujukan untuk pasar Tiongkok, tetapi menjalankan perangkat lunak (ROM) Global yang dimuat secara tidak resmi, sistem akan mendeteksinya sebagai ketidakcocokan. Ketika ketidakcocokan terdeteksi, sistem operasi secara otomatis gagal memuat (boot) secara normal. Akibatnya, perangkat akan terjebak dalam mode pemulihan atau bootloop yang terus-menerus. Xiaomi mengklasifikasikan pemasangan ROM hasil konversi ini sebagai instalasi perangkat lunak tidak sah.

Solusi Cepat: Cara Memperbaiki Perangkat yang Terjebak Bootloop

Jika Anda sudah mengunduh pembaruan HyperOS 3 dan ponsel Anda tidak bisa melewati mode pemulihan, terdapat cara kerja sementara (workaround) yang dapat memicu pengembalian otomatis (rollback) ke versi sebelumnya. Solusi ini berhasil mengembalikan sistem ke HyperOS 2.2 yang masih kompatibel dengan ROM konversi Anda.

Lakukan langkah-langkah darurat berikut:

1. Pemicu Rollback Melalui Restart Berulang

Anda harus melakukan force restart pada perangkat Anda secara berulang dan berturut-turut. Tekan dan tahan tombol daya untuk memaksa perangkat mati, lalu hidupkan kembali segera. Lakukan urutan reboot paksa ini sekitar 10 hingga 15 kali tanpa jeda. Urutan reboot berulang ini adalah kunci. Ini akan mendorong sistem masuk ke mode rollback darurat. Setelah mode darurat terpicu, sistem akan memulihkan build HyperOS sebelumnya yang kompatibel.

2. Matikan Pembaruan Otomatis

Setelah perangkat Anda berhasil boot kembali secara normal ke HyperOS 2.2, segera matikan fitur pembaruan otomatis. Akses Pengaturan (Settings) dan nonaktifkan opsi pembaruan sistem. Langkah ini penting untuk mencegah ponsel mencoba menginstal pembaruan HyperOS 3 kembali di kemudian hari, yang tentu saja akan menyebabkan masalah yang sama terulang.

Analisis Akhir dan Langkah Pencegahan untuk Pengguna Xiaomi

Insiden bricking yang dipicu oleh HyperOS 3 ini mengirimkan pesan tegas dari Xiaomi. Perusahaan memperketat kontrol atas distribusi perangkat lunak resmi mereka, terutama pada perangkat yang masuk melalui kanal pasar abu-abu. Pengguna yang memiliki HP Xiaomi impor harus sangat berhati-hati sebelum menyetujui pembaruan Over-The-Air (OTA) apapun.

Untuk jangka panjang, pengguna perangkat impor disarankan mencari solusi ROM resmi yang sesuai dengan hardware mereka atau beralih ke perangkat yang dibeli melalui saluran resmi Xiaomi di wilayah lokal. Mengabaikan peringatan ini berarti Anda mengambil risiko menghadapi kondisi bricking yang tidak diakui sebagai bug oleh produsen.