HP Xiaomi Anda Tidak Bisa Nyala Setelah Update? Ini Solusi Daruratnya!

HP Xiaomi Anda Tidak Bisa Nyala Setelah Update? Ini Solusi Daruratnya!
Sumber :
  • Xiaomi

Gadget – Sejumlah pengguna Xiaomi di seluruh dunia melaporkan perangkat mereka “mati total” atau terjebak dalam bootloop setelah menginstal pembaruan HyperOS 3 sistem operasi terbaru berbasis Android 15 dari Xiaomi. Masalah ini terutama menimpa smartphone impor dari Tiongkok yang menggunakan ROM global tidak resmi, alias hasil konversi manual oleh penjual atau pengguna.

Waspada! Puluhan Perangkat Xiaomi Tak Dapat HyperOS 3.1

Yang mengejutkan, Xiaomi tidak menganggap ini sebagai bug, melainkan sebagai konsekuensi logis dari penggunaan perangkat lunak tidak sah. Namun, bagi pengguna awam yang tidak tahu-menahu soal teknis ROM, kerusakan ini bisa sangat merugikan baik dari sisi data maupun biaya servis.

Artikel ini menjelaskan mengapa HyperOS 3 “mematikan” ponsel tertentu, siapa saja yang berisiko, dan yang paling penting cara memperbaikinya tanpa kehilangan data atau membawa ke service center.

Waspada HyperOS 3: Kenapa HP Xiaomi 'Brick' & Cara Perbaikinya

Mengapa HyperOS 3 “Brick” Ponsel Xiaomi Tertentu?

Inti masalahnya terletak pada mekanisme verifikasi wilayah baru yang diperkenalkan di HyperOS 3.
Smartphone Xiaomi yang diproduksi untuk pasar Tiongkok memiliki kode hardware spesifik yang seharusnya hanya menjalankan ROM China (CN). Namun, banyak penjual di pasar abu-abu (gray market) mengonversi ROM tersebut menjadi versi “Global” agar bisa dijual di luar Tiongkok dengan antarmuka berbahasa Inggris dan dukungan layanan Google.

Rekomendasi Kacamata Audio Pintar Mijia Xiaomi, Stylish dan Fungsional

Dalam HyperOS 3, Xiaomi menambahkan pemeriksaan ketat antara hardware dan software region. Jika sistem mendeteksi ketidaksesuaian misalnya, perangkat dengan hardware code China tetapi menjalankan ROM Global maka OS menolak booting dan langsung masuk ke recovery mode atau bootloop tak berujung.

Menurut pernyataan implisit dari Xiaomi, ini adalah fitur keamanan, bukan kesalahan teknis. Perusahaan menyatakan bahwa ROM yang dikonversi secara manual tidak didukung, sehingga pengguna bertanggung jawab penuh atas risiko yang timbul.

Perangkat yang Paling Berisiko

Meski tidak ada daftar resmi, laporan pengguna menunjukkan bahwa model berikut paling sering terdampak:

  • Xiaomi 14 Series (14, 14 Pro, 14 Ultra)
  • Redmi K70 Series
  • POCO F6 / F6 Pro
  • Xiaomi 13T Series (jika dibeli sebagai unit impor China)

Umumnya, perangkat ini dibeli dari platform seperti AliExpress, Taobao, atau toko online lokal yang menjual “versi global” dengan harga lebih murah tanpa garansi resmi Xiaomi.

Halaman Selanjutnya
img_title