4 Pilar Kunci Transformasi Digital Indonesia 2026
- Istimewa
- Cloud menjadi tulang punggung keamanan operasional dengan strategi Cloud-first.
- Kecerdasan Buatan (AI) kini tertanam langsung dalam proses kerja harian korporasi.
- Data Science beralih dari pelaporan ke analitik preskriptif real-time.
- Location Intelligence menjembatani efisiensi operasional fisik, seperti logistik dan ritel.
Perjalanan Transformasi Digital Indonesia 2026 kini memasuki babak yang lebih krusial. Teknologi seperti Cloud Computing, Kecerdasan Buatan (AI), dan Data Science tidak lagi dianggap sebagai proyek sampingan atau sekadar pilot project.
Farry Argoebie, Chief Technology Officer Terralogiq, menegaskan bahwa adopsi teknologi ini telah bergeser menjadi tulang punggung vital. Implementasi tersebut secara langsung menentukan daya saing korporasi di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Ia menyebutkan, perusahaan harus menguasai empat pilar utama agar berhasil memenangkan persaingan digital tahun ini.
Cloud dan Keamanan Digital: Pilar Utama Operasional
Pilar pertama fokus pada peran fundamental Cloud Computing. Teknologi ini berfungsi sebagai pengendali utama keamanan dan operasional bisnis sehari-hari.
Mengutip proyeksi dari Deloitte, korporasi saat ini mengadopsi strategi Cloud-first. Strategi ini menjadikan Cloud sebagai pusat kendali terintegrasi untuk keamanan (security-by-design) sekaligus peningkatan produktivitas.
Di Indonesia, sektor layanan publik dan keuangan menunjukkan tren adopsi yang masif. Mereka menggunakan layanan Cloud untuk mengintegrasikan data lintas unit secara aman, sambil tetap mematuhi regulasi ketat yang berlaku.
Peran AI dan Data Science Mengubah Strategi Bisnis
Pilar kedua dan ketiga melibatkan kemampuan analitik tingkat tinggi, yaitu Kecerdasan Buatan (AI) dan Data Science. Keduanya memainkan peran senyap namun sangat menentukan.
Kecerdasan Buatan Tertanam dalam Proses Kerja
AI telah tertanam langsung dalam proses kerja harian korporasi. Ini berarti AI tidak lagi berdiri sendiri, melainkan terintegrasi pada berbagai sistem internal perusahaan.
Contohnya mencakup manajemen risiko yang berjalan otomatis, analisis dokumen legal yang dipercepat, hingga optimasi pada rantai pasok secara keseluruhan. AI membantu perusahaan mengambil keputusan mikro yang lebih cepat.
Data Science Mendorong Keputusan Real-Time
Sementara itu, peran Data Science mengalami pergeseran fungsi yang signifikan. Tugasnya tidak lagi sebatas membuat dashboard atau laporan data historis.