Logitech G Pro X Superlight 2c: Monster Kecil Periferal eSports

Logitech G Pro X Superlight 2c: Monster Kecil Periferal eSports
Sumber :
  • Istimewa

Inovasi Perangkat Lunak untuk Pemain FPS

Dua Venue Krusial M7 World Championship 2026 di Jakarta

Logitech tidak hanya memperbarui perangkat keras; mereka juga menyuntikkan fitur perangkat lunak baru melalui G HUB yang sangat berguna bagi pemain First-Person Shooter (FPS). Fitur-fitur ini menunjukkan komitmen Logitech dalam memahami kebutuhan spesifik komunitas kompetitif.

Salah satu fitur paling menarik adalah BHOP Mode. Mode ini secara spesifik dirancang untuk mencegah lompatan yang tidak disengaja akibat roda gulir (scroll wheel) yang terlalu sensitif. Dengan mengaktifkan mode ini, mouse akan mengabaikan sinyal gulir pertama, dan hanya menerima sinyal kedua jika terdeteksi dalam jangka waktu tertentu.

Jadwal Panas: M7 World Championship Masuki Swiss Stage di Jakarta

Selain itu, pemain kini dapat memanfaatkan fitur Hero Sensor Calibration. Banyak pengguna melaporkan adanya fenomena deviasi DPI, di mana Logitech G Pro X Superlight 2c terasa sedikit lebih cepat dari mouse lama meskipun diatur pada DPI yang sama. Fitur kalibrasi ini memungkinkan pengguna membandingkan dua mouse secara berdampingan dan menyesuaikan sensitivitas Superlight 2c agar benar-benar identik dengan periferal sebelumnya.

Performa Inti: 8.000 Hz Polling Rate

Acer Rilis Monitor Gaming 1000Hz: Batasan Barukah?

Di balik dimensinya yang ringkas, Logitech G Pro X Superlight 2c menanamkan sensor Hero 2 yang bertenaga masif. Sensor ini menawarkan resolusi luar biasa hingga 44.000 DPI. Selain itu, sensor mampu melacak pergerakan di atas 888 IPS (inches per second) dengan akselerasi hingga 88G. Spesifikasi ekstrem ini jauh melampaui batas fisik gerakan tangan manusia, memastikan bahwa mouse membaca setiap gerakan sub-mikron dengan akurasi sempurna.

Fitur krusial lain, terutama bagi pemain profesional, adalah dukungan polling rate nirkabel hingga 8.000 Hz (8K). Polling rate tinggi ini sangat penting bagi pemain yang menggunakan monitor dengan refresh rate tinggi (360Hz ke atas). Dengan transmisi data 8 kali lebih cepat, pergerakan kursor di layar menjadi jauh lebih halus dan sinkron. Selain itu, daya tahan baterai tetap impresif; mouse ini mampu bertahan hingga 95 jam penggunaan non-stop pada pengaturan standar, dan kini menggunakan port pengisian daya USB-C modern.

Analisis Standar Baru Periferal Kompetitif

Logitech G Pro X Superlight 2c jelas menetapkan standar baru di segmen mouse gaming kompetitif ultra-ringan. Dengan memadukan ukuran yang optimal untuk presisi maksimal, polling rate 8K, dan fitur perangkat lunak pintar, mouse ini menargetkan secara spesifik atlet eSports dan gamer serius yang mengutamakan kecepatan reaksi. Meskipun kabel pengisi daya yang disertakan masih berbahan karet standar, performa nirkabel dan inovasi teknis yang ditawarkan membenarkan harga premium sekitar Rp2,2 juta. Logitech G Pro X Superlight 2c bukan sekadar evolusi, melainkan redefinisi alat tempur bagi para pengejar milidetik dalam persaingan digital.