Apple Terpaksa Setuju Kenaikan Harga LPDDR 100%

Apple Terpaksa Setuju Kenaikan Harga LPDDR 100%
Sumber :
  • Istimewa

5 Samsung Galaxy A Tahan Air 2026, Stylish dan Siap Diajak Aktivitas Outdoor
  • Samsung dan SK Hynix sukses menaikkan harga LPDDR hingga 100% ke Apple mulai Kuartal I 2026.
  • Kenaikan ini dipicu kelangkaan pasokan karena produsen memori fokus beralih ke produksi chip HBM (High Bandwidth Memory) untuk aplikasi AI.
  • Apple hanya menandatangani kontrak pasokan untuk paruh pertama, membuka peluang kenaikan harga lanjutan, terutama menjelang peluncuran iPhone 18 Pro.

Kejutan 13 Tahun: Apple Rilis Pembaruan Darurat iOS 12.5.8 untuk iPhone 5s dan iPhone 6

Raksasa teknologi Apple menghadapi pukulan besar di rantai pasokan. Selama bertahun-tahun, Apple selalu memanfaatkan posisinya sebagai pembeli memori terbesar untuk menekan harga serendah mungkin. Namun, keseimbangan kekuatan industri kini bergeser secara drastis. Samsung Electronics dan SK Hynix berhasil memaksakan kenaikan harga LPDDR (low-power DRAM) yang digunakan pada iPhone. Perusahaan yang berbasis di Cupertino itu terpaksa menyetujui kenaikan harga hingga 100% yang berlaku mulai kuartal pertama tahun 2026. Situasi ini menunjukkan pasar memori mulai mendikte pembeli terbesarnya.

Pergeseran Kekuatan: Mengapa Apple Kehilangan Daya Tawar?

AirTag 2 Meluncur! Fitur Baru Bikin Cari Barang Hilang Jadi 50% Lebih Mudah

Apple biasanya mengunci kontrak pasokan tahunan jangka panjang untuk mengamankan harga terbaik. Namun, laporan dari ZDNet Korea menunjukkan situasi pasar saat ini terlalu ketat. Samsung mengajukan kenaikan harga 80%, sementara SK Hynix menuntut hampir 100%. Apple dilaporkan menyetujui kedua tuntutan tersebut.

Dampak Krisis Chip AI (HBM)

Penyebab utama pergeseran daya tawar ini adalah lonjakan permintaan chip kecerdasan buatan (AI). Produsen memori kini memprioritaskan produksi HBM (High Bandwidth Memory), chip yang jauh lebih menguntungkan, untuk server AI.

Fokus produksi yang bergeser ke HBM menyebabkan pasokan LPDDR standar untuk ponsel turun tajam. Kelangkaan ini menempatkan tekanan luar biasa, bahkan kepada pembeli terbesar di industri seperti Apple. Produsen memori kini memegang kendali penuh atas penetapan harga.

Risiko Kontrak Jangka Pendek dan iPhone 18 Pro

Kontrak memori Apple tahun ini dilaporkan hanya diselesaikan untuk paruh pertama. Biasanya, mereka menandatangani kesepakatan untuk setahun penuh. Kontrak jangka pendek ini menciptakan risiko signifikan.

Ini membuka peluang untuk kenaikan harga LPDDR lebih lanjut di paruh kedua tahun ini. Khususnya, biaya memori Apple diprediksi akan semakin melonjak menjelang peluncuran seri iPhone 18 Pro. Model iPhone Pro biasanya membutuhkan spesifikasi memori yang lebih tinggi dan canggih.

Margin Harga yang Kian Menipis

Meskipun kenaikan harga ini sangat besar, sumber industri menyatakan Apple masih membayar LPDDR lebih murah dibandingkan sebagian besar kompetitor. Ini karena volume pembelian mereka yang masif.

Namun, yang menjadi perhatian adalah celah harga antara Apple dan pembeli lain kini menyempit. Samsung dan SK Hynix jelas mendapatkan lebih banyak kendali dalam proses penentuan harga, menandakan berakhirnya era dominasi pembeli.

Analisis Pasar dan Sinyal Industri Memori Global

Reaksi pasar awal terhadap kabar ini sangat positif bagi pemasok. Hal ini menunjukkan investor menyetujui pergeseran kontrol harga.

Saham SK Hynix melonjak lebih dari 8% setelah berita tersebut tersiar. Sementara itu, harga saham Samsung naik hampir 4%. Lembaga riset TrendForce memperkirakan harga DRAM secara keseluruhan akan naik hingga 60% pada kuartal ini. Angka ini menggambarkan betapa cepatnya pasar berubah. Era ketika pembeli memiliki kendali penuh mungkin telah usai. Kini, pemasok memori global yang mulai menetapkan persyaratan kenaikan harga LPDDR.