Harga DRAM Melonjak 171%, Strategi ASUS Commercial Amankan Kualitas
- Istimewa
- Harga komponen memori (DRAM) global melonjak tajam 171,8% YoY, meningkatkan biaya produksi (BOM) perangkat komputasi.
- ASUS menerapkan strategi mitigasi berupa kontrak jangka panjang dan diversifikasi pemasok komponen utama.
- Perusahaan mengamankan kualitas dengan implementasi teknologi N+1 dan desain yang fleksibel (easy-to-upgrade) untuk menekan TCO.
- Adopsi AI PC berpotensi melambat di segmen sensitif harga karena syarat RAM minimal 16GB.
Industri teknologi global menghadapi ancaman signifikan pada tahun 2026. Kenaikan harga komponen, khususnya pada sektor memori (DRAM), menciptakan tekanan besar terhadap Biaya Produksi (Bill of Materials/BOM) perangkat komputasi. Lonjakan harga ini dikhawatirkan memengaruhi Harga Jual Rata-rata (ASP) laptop dan desktop. Menanggapi situasi kritis ini, ASUS Indonesia segera memaparkan Strategi ASUS Commercial mereka. Mereka memastikan kualitas B2B tetap kompetitif tanpa adanya kompromi spesifikasi.
Mitigasi Lonjakan Harga: Kontrak Jangka Panjang dan Diversifikasi
Eric Khoven, Director of Commercial Business ASUS Indonesia, mengakui kenaikan harga memori berdampak nyata. Data survei global menunjukkan harga DRAM melonjak ekstrem hingga 171,8% secara Year-on-Year pada 2025. Kenaikan ini sangat signifikan terhadap BOM PC secara keseluruhan.
ASUS mengambil langkah proaktif untuk memitigasinya. Kantor pusat perusahaan segera melakukan kontrak jangka panjang dengan pemasok. Langkah ini bertujuan mengamankan harga komponen yang lebih stabil di masa depan. Selain itu, ASUS bekerja sama dengan lebih banyak pemasok. Diversifikasi ini penting agar perusahaan tidak bergantung pada satu sumber pasokan utama saja.
Mengapa Harga DRAM Menjadi Isu Sentral?
Memori merupakan salah satu komponen paling mahal dalam Bill of Materials perangkat komputasi. Khususnya untuk segmen komersial yang membutuhkan stabilitas dan performa tinggi, kualitas DRAM tidak bisa diturunkan. Keputusan Strategi ASUS Commercial ini mencerminkan komitmen terhadap kualitas, meski biaya awal produksi meningkat drastis.
Inovasi Teknis: Prinsip N+1 dan Fleksibilitas Upgrade
Di tengah gempuran kenaikan harga, ASUS Commercial melalui seri Expert Series, mengambil langkah berani. Mereka memutuskan tidak menurunkan spesifikasi inti perangkat keras. ASUS secara konsisten menerapkan prinsip teknologi N+1.
Prinsip N+1 memastikan pelanggan selalu mendapatkan platform terbaik. Contohnya, jika standar teknologi industri pada tahun 2026 adalah Intel Core 200 series (N), ASUS sudah siap menghadirkan platform Intel Core 300 series (N+1). Pendekatan ini memastikan performa, stabilitas, dan keandalan produk melebihi standar minimum industri. Pelanggan B2B di Indonesia pun mendapat perangkat yang relevan dalam jangka waktu panjang.
Desain Easy-to-Upgrade Menekan Total Cost of Ownership (TCO)
Strategi ASUS Commercial unik lainnya adalah fokus pada fleksibilitas perangkat. Daripada membebankan biaya awal yang tinggi dengan memori besar yang disolder, produk Expert Series didesain untuk mudah di-upgrade.
Desain ini mencakup dukungan dual SODIMM dan dual storage. Perusahaan dapat membeli unit dengan spesifikasi standar saat ini. Mereka kemudian bisa melakukan peningkatan kapasitas memori secara bertahap saat harga pasar DRAM sudah lebih stabil. Strategi ini terbukti efektif menjaga Total Cost of Ownership (TCO) perusahaan tetap efisien tanpa harus mengganti perangkat secara keseluruhan.
Pergeseran Pasar: Tantangan Adopsi AI PC dan ‘Value Selling’
Kenaikan harga RAM diprediksi membawa efek domino terhadap adopsi massal perangkat AI PC. Standar perangkat seperti Copilot+ PC umumnya mensyaratkan RAM minimal 16GB hingga 32GB. Syarat minimum ini otomatis menaikkan harga jual perangkat.
Eric Khoven mengakui hal ini berpotensi memperlambat adopsi AI PC di segmen yang sensitif harga dalam jangka pendek. Sebagai respons, ASUS menyeimbangkan portofolionya. Mereka kemungkinan besar mempertahankan opsi RAM 8GB di segmen entry-level untuk menjaga keterjangkauan harga (affordability).
Fokus pada Kualitas dan Margin Sehat
ASUS melihat AI kini telah menjadi prioritas strategis, bukan sekadar fitur tambahan. Karena itu, Strategi ASUS Commercial fokus pada segmen korporasi dan profesional. Segmen ini lebih siap berinvestasi untuk perangkat terbaik. Kondisi pasar ini mengubah parameter penjualan di industri.
Eric menyebutkan adanya pergeseran dari penghitungan volume semata. Industri kini fokus pada value selling. Artinya, mereka lebih memilih menjual unit premium dengan margin yang lebih sehat. ASUS akan memperkuat lini produk premium dengan fitur unggulan, seperti layar OLED, durabilitas tinggi, dan integrasi AI.
Proyeksi Bisnis dan Komitmen Jangka Panjang
Indonesia menjadi salah satu focus country bagi bisnis Commercial ASUS secara global. Komitmen perusahaan jelas: menghadirkan solusi terbaik dengan harga kompetitif tanpa penurunan kualitas. ASUS Commercial siap mempertahankan reputasinya sebagai penyedia perangkat B2B andal. Mereka menggunakan inovasi teknis dan strategi pengadaan cerdas sebagai pertahanan utama melawan lonjakan harga komponen yang terjadi.