PHK Pinterest: 15% Karyawan Terdampak, Fokus Penuh ke AI
- Istimewa
- Manajemen Pinterest memangkas 15% dari total karyawan sebagai bagian dari strategi fokus penuh pada pengembangan Kecerdasan Buatan (AI).
- Restrukturisasi ini ditujukan untuk menciptakan arus kas lebih besar, mendukung perekrutan talenta AI, dan mempercepat proses penjualan.
- Pinterest mengalokasikan US$35 juta hingga US$45 juta untuk biaya restrukturisasi, yang ditargetkan rampung pada September 2026.
Manajemen Pinterest secara resmi mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menargetkan sekitar 15% dari total tenaga kerja mereka. Perusahaan berbasis di San Francisco ini mengambil langkah drastis tersebut untuk mengalihkan sumber daya utama demi akselerasi pengembangan kecerdasan buatan (AI). Kebijakan PHK Pinterest ini juga mencerminkan tren global perusahaan teknologi yang mengutamakan efisiensi.
Berdasarkan dokumen pengajuan peraturan pada Selasa (22/1/2026), perusahaan yang didirikan tahun 2008 ini menegaskan penyesuaian organisasi harus dilakukan. Diketahui, saat ini Pinterest memiliki sekitar 4.666 karyawan. Juru bicara Pinterest menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan langkah yang sangat sulit, tetapi diperlukan untuk masa depan jangka panjang perusahaan.
Strategi Restrukturisasi dan Tujuan PHK Pinterest
Pinterest menyebut perubahan struktural ini sebagai langkah fundamental yang sejalan dengan strategi jangka panjang mereka. PHK Pinterest bukan hanya tentang pengurangan tenaga kerja, tetapi juga upaya penghematan biaya operasional.
Perekrutan Talenta AI Jadi Prioritas
Perusahaan visual discovery ini berencana mengurangi penggunaan ruang kantor secara signifikan. Efisiensi tersebut bertujuan menciptakan arus kas yang jauh lebih besar. Selanjutnya, dana yang dihemat akan dialokasikan khusus.
Dana tersebut akan mendukung perekrutan talenta ahli kecerdasan buatan, memperkuat pengembangan produk berbasis AI, serta mempercepat seluruh proses penjualan. Perubahan ini secara eksplisit mengindikasikan komitmen Pinterest pada Transformasi AI yang mendalam.
Pinterest menargetkan restrukturisasi organisasional ini selesai secara menyeluruh pada 30 September 2026. Proses ini diperkirakan akan menelan biaya pra-pajak sebesar US$35 juta hingga US$45 juta, setara dengan Rp549,5 miliar hingga Rp706,5 miliar.
Gelombang PHK di Sektor Teknologi Akibat Adopsi AI
Pinterest bergabung dengan daftar panjang perusahaan besar global yang terang-terangan menyebut AI sebagai faktor utama di balik keputusan pemangkasan karyawan. Adopsi kecerdasan buatan dan otomatisasi telah memicu gelombang pengurangan tenaga kerja di berbagai sektor industri.
Sebagai perbandingan, raksasa perlengkapan olahraga Nike sebelumnya mengumumkan pemangkasan sekitar 775 karyawan. Mereka beralasan restrukturisasi ini perlu dilakukan untuk mempercepat penggunaan teknologi canggih dan otomatisasi dalam rantai bisnis mereka.
Ancaman Otomatisasi di Sektor Jasa
Dampak pengurangan tenaga kerja akibat adopsi AI sangat signifikan dan merata. Analis dari Morgan Stanley pernah memperkirakan bahwa kecerdasan buatan berpotensi mengancam lebih dari 200.000 pekerjaan di sektor perbankan Eropa pada tahun 2030. Posisi yang paling rentan mencakup staf back office dan middle office.
Situasi serupa juga terjadi pada perusahaan outsourcing teknologi terbesar di India. Empat perusahaan utama—HCL, Infosys, TCS, dan Wipro—dikabarkan mengalami perlambatan perekrutan. Bahkan, beberapa menghentikan rekrutmen karyawan baru. Kondisi ini mencerminkan peningkatan masif pemanfaatan AI dalam operasional harian perusahaan-perusahaan jasa teknologi.
Analisis Dampak Jangka Panjang Transformasi AI
Keputusan PHK Pinterest menegaskan pergeseran prioritas perusahaan teknologi dari ekspansi berbasis manusia ke optimasi berbasis algoritma. Fokus pada AI menjadi tolok ukur daya saing di masa depan. Perusahaan yang tidak cepat beradaptasi dengan teknologi otomatisasi kemungkinan besar akan tertinggal.
Langkah ini juga memberikan sinyal kuat kepada pasar talenta kerja. Bahwa keahlian dalam bidang kecerdasan buatan menjadi aset krusial, sementara pekerjaan yang bersifat rutin semakin terancam oleh otomatisasi. Restrukturisasi yang dilakukan Pinterest menunjukkan bahwa investasi AI tidak hanya soal produk baru, tetapi juga efisiensi biaya yang masif.