HP ODM: Rahasia di Balik Smartphone yang Anda Pakai Setiap Hari!
- Samsung
Alasan Strategis di Balik Popularitas ODM:
1. Efisiensi Biaya Riset dan Pengembangan (R&D)
Mengembangkan smartphone dari nol membutuhkan investasi besar: desain casing, pengujian chipset, kalibrasi kamera, optimasi baterai, hingga sertifikasi jaringan. Dengan ODM, perusahaan pembeli menghemat 60–70% biaya R&D karena desain dasar sudah tersedia.
2. Percepatan Time-to-Market
Dari konsep hingga produksi massal, smartphone OEM biasanya membutuhkan 12–18 bulan. Dengan ODM, proses bisa dipangkas menjadi 3–6 bulan cukup untuk modifikasi minor dan sertifikasi ulang. Ini krusial di pasar yang bergerak cepat seperti Asia Tenggara dan Afrika.
3. Fleksibilitas Portofolio Produk
Merek besar seperti Xiaomi bisa fokus mengembangkan flagship premium (misalnya seri Xiaomi 14), sementara segmen entry-level dan mid-range diisi oleh produk ODM. Strategi ini memungkinkan mereka menguasai seluruh lapisan pasar tanpa mengorbankan sumber daya.
4. Manajemen Risiko Produksi
ODM biasanya memiliki pabrik berskala besar dengan kapasitas produksi fleksibel. Jika permintaan melonjak, mereka bisa menambah shift produksi dalam hitungan minggu sesuatu yang sulit dilakukan perusahaan dengan pabrik sendiri yang terbatas.
Bagaimana Proses White-Labelling pada HP ODM Berlangsung?
White-labelling adalah jantung dari ekosistem ODM. Proses ini melibatkan serangkaian langkah teknis dan legal yang memastikan produk bisa dijual dengan merek baru tanpa melanggar hak kekayaan intelektual.
Tahapan White-Labelling HP ODM:
Tahap 1: Seleksi dan Negosiasi
Perusahaan pembeli (misalnya merek lokal "XYZ Phone") mengunjungi pameran teknologi seperti MWC Shanghai atau langsung ke pabrik ODM di Shenzhen, Tiongkok. Mereka memilih model yang sesuai target pasar misalnya ponsel 6,5 inci dengan chipset MediaTek Helio G99, RAM 6GB, dan baterai 5.000 mAh.
Tahap 2: Modifikasi Minor
Berdasarkan kontrak, pembeli bisa meminta perubahan:
- Warna casing (dari hitam menjadi biru)
- Logo di belakang perangkat
- Nama model (misalnya dari "Huaqin T65" menjadi "XYZ Phone Pro 5")
- Pre-instalasi aplikasi tertentu
- Penyesuaian firmware untuk dukungan jaringan lokal
Tahap 3: Sertifikasi dan Uji Kompatibilitas
Produk harus melalui sertifikasi ulang sesuai regulasi negara tujuan misalnya Sertifikasi SDPPI di Indonesia, FCC di AS, atau CE di Eropa. Proses ini memastikan perangkat memenuhi standar keselamatan dan kompatibilitas jaringan.