HP ODM: Rahasia di Balik Smartphone yang Anda Pakai Setiap Hari!

HP ODM: Rahasia di Balik Smartphone yang Anda Pakai Setiap Hari!
Sumber :
  • Samsung

Gadget – Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa dua merek smartphone berbeda misalnya Advan dan merek lokal lain terlihat sangat mirip dalam desain, spesifikasi, bahkan antarmuka pengguna? Atau mengapa merek besar seperti Samsung dan Xiaomi bisa merilis puluhan model dalam setahun tanpa terlihat kewalahan mengembangkan semuanya dari nol?

AT&T Bagi Gratis Galaxy S25 FE! Ini Syarat & Cara Dapatkannya

Jawabannya terletak pada praktik industri yang jarang dibicarakan publik: Original Design Manufacturer (ODM). Lebih dari seperlima smartphone di dunia saat ini merupakan produk ODM dibuat oleh satu perusahaan, lalu dijual ulang oleh puluhan merek dengan nama dan logo berbeda. Fenomena ini bukan ilegal, bukan penipuan, tapi strategi bisnis cerdas yang menggerakkan seluruh ekosistem smartphone global.

Artikel ini mengupas tuntas apa itu HP ODM, bagaimana mekanismenya bekerja, kelebihan dan kekurangannya, merek-merek ternama yang mengandalkannya, serta dampaknya bagi konsumen dan industri teknologi. Siapkan diri Anda untuk melihat dunia smartphone dari sudut pandang yang sama sekali baru.

Spesifikasi Infinix Smart 20 Bocor: Pakai Helio G81 dan Android 16

Apa Itu HP ODM? Mengenal Konsep Original Design Manufacturer

Original Design Manufacturer (ODM) adalah perusahaan yang merancang dan memproduksi produk teknologi secara mandiri mulai dari desain fisik, spesifikasi hardware, hingga firmware dasar tanpa memiliki merek dagang sendiri untuk dipasarkan ke konsumen akhir. Produk yang dihasilkan kemudian dijual kepada perusahaan lain yang akan menerapkan branding mereka sendiri melalui proses yang disebut white-labelling.

Bocoran Baru! Galaxy S26 Ultra Punya 6 Warna-Ada yang Mirip iPhone?

Berbeda dengan Original Equipment Manufacturer (OEM) di mana perusahaan hanya memproduksi berdasarkan desain klien ODM justru yang menciptakan desain asli. Perusahaan pembeli hanya perlu memesan, melakukan sedikit modifikasi (jika diperlukan), lalu menempelkan logo mereka.

Analogi Sederhana: Restoran vs. Katering

Bayangkan ODM seperti perusahaan katering profesional yang membuat menu lengkap nasi, lauk, sayur, hingga kemasannya. Restoran A membeli paket tersebut, menempelkan label "Restoran A", lalu menjualnya sebagai "menu eksklusif". Restoran B melakukan hal serupa dengan label berbeda. Konsumen melihat dua menu berbeda merek, padahal isinya nyaris identik. Itulah esensi ODM dalam industri smartphone.

Mengapa Industri Smartphone Mengandalkan Sistem ODM?

Praktik ODM bukanlah gejala baru ia telah menjadi tulang punggung industri smartphone global selama lebih dari satu dekade. Menurut laporan Counterpoint Research, pada 2017 sekitar 23% smartphone di dunia merupakan produk ODM. Angka ini terus meningkat seiring permintaan pasar akan perangkat terjangkau dengan spesifikasi kompetitif.

Alasan Strategis di Balik Popularitas ODM:

1. Efisiensi Biaya Riset dan Pengembangan (R&D)
Mengembangkan smartphone dari nol membutuhkan investasi besar: desain casing, pengujian chipset, kalibrasi kamera, optimasi baterai, hingga sertifikasi jaringan. Dengan ODM, perusahaan pembeli menghemat 60–70% biaya R&D karena desain dasar sudah tersedia.

2. Percepatan Time-to-Market
Dari konsep hingga produksi massal, smartphone OEM biasanya membutuhkan 12–18 bulan. Dengan ODM, proses bisa dipangkas menjadi 3–6 bulan cukup untuk modifikasi minor dan sertifikasi ulang. Ini krusial di pasar yang bergerak cepat seperti Asia Tenggara dan Afrika.

3. Fleksibilitas Portofolio Produk
Merek besar seperti Xiaomi bisa fokus mengembangkan flagship premium (misalnya seri Xiaomi 14), sementara segmen entry-level dan mid-range diisi oleh produk ODM. Strategi ini memungkinkan mereka menguasai seluruh lapisan pasar tanpa mengorbankan sumber daya.

4. Manajemen Risiko Produksi
ODM biasanya memiliki pabrik berskala besar dengan kapasitas produksi fleksibel. Jika permintaan melonjak, mereka bisa menambah shift produksi dalam hitungan minggu sesuatu yang sulit dilakukan perusahaan dengan pabrik sendiri yang terbatas.

Bagaimana Proses White-Labelling pada HP ODM Berlangsung?

White-labelling adalah jantung dari ekosistem ODM. Proses ini melibatkan serangkaian langkah teknis dan legal yang memastikan produk bisa dijual dengan merek baru tanpa melanggar hak kekayaan intelektual.
Tahapan White-Labelling HP ODM:

Tahap 1: Seleksi dan Negosiasi
Perusahaan pembeli (misalnya merek lokal "XYZ Phone") mengunjungi pameran teknologi seperti MWC Shanghai atau langsung ke pabrik ODM di Shenzhen, Tiongkok. Mereka memilih model yang sesuai target pasar misalnya ponsel 6,5 inci dengan chipset MediaTek Helio G99, RAM 6GB, dan baterai 5.000 mAh.

Tahap 2: Modifikasi Minor
Berdasarkan kontrak, pembeli bisa meminta perubahan:

  • Warna casing (dari hitam menjadi biru)
  • Logo di belakang perangkat
  • Nama model (misalnya dari "Huaqin T65" menjadi "XYZ Phone Pro 5")
  • Pre-instalasi aplikasi tertentu
  • Penyesuaian firmware untuk dukungan jaringan lokal

Tahap 3: Sertifikasi dan Uji Kompatibilitas
Produk harus melalui sertifikasi ulang sesuai regulasi negara tujuan misalnya Sertifikasi SDPPI di Indonesia, FCC di AS, atau CE di Eropa. Proses ini memastikan perangkat memenuhi standar keselamatan dan kompatibilitas jaringan.

Tahap 4: Distribusi dan Pemasaran
Setelah disetujui, ODM mengirimkan produk jadi ke gudang pembeli. Perusahaan pembeli kemudian menjalankan kampanye pemasaran seolah-olah mereka yang merancang dan memproduksi perangkat tersebut.

Apakah HP ODM Ilegal atau Melanggar Hak Cipta?

Pertanyaan ini sering muncul di kalangan konsumen yang baru mengetahui konsep ODM. Jawabannya tegas: tidak, HP ODM sama sekali tidak ilegal.
Landasan Legalitas HP ODM:

1. Kontrak Lisensi Eksplisit
Setiap transaksi ODM diatur oleh kontrak komersial yang jelas. Dalam kontrak tersebut, ODM memberikan lisensi penggunaan desain kepada pembeli untuk wilayah dan durasi tertentu. Hak cipta desain tetap dimiliki ODM, tetapi pembeli mendapat izin eksklusif/non-eksklusif untuk memasarkannya dengan merek mereka.

2. Perbedaan dengan Pemalsuan (Counterfeit)
HP ODM bukan barang palsu. Barang palsu meniru desain merek ternama tanpa izin (misalnya "Samsung" palsu). HP ODM adalah produk orisinal dari ODM yang dijual secara legal dengan merek berbeda mirip seperti laptop Lenovo yang menggunakan chipset Intel orisinal.

3. Perlindungan Konsumen
Di banyak negara, hukum konsumen mewajibkan produsen mencantumkan informasi produsen sebenarnya di kemasan atau manual. Meski tidak selalu disebut "dibuat oleh ODM", informasi seperti alamat pabrik atau kode produksi memungkinkan pelacakan jika terjadi masalah garansi.

Kekurangan HP ODM: Tantangan yang Perlu Diwaspadai

Meski legal dan efisien, sistem ODM memiliki kelemahan struktural yang berdampak pada kualitas produk dan pengalaman pengguna.

1. Minimnya Diferensiasi Produk
Karena satu desain ODM bisa dibeli oleh puluhan merek, pasar sering dipenuhi "kembar identik" dengan nama berbeda. Contoh nyata: pada 2023, setidaknya 15 merek lokal di Indonesia menjual smartphone dengan desain dan spesifikasi nyaris identik semuanya berasal dari ODM Wingtech model WT8921.
Dampak bagi konsumen:

  • Sulit membedakan kualitas antar merek
  • Persaingan harga menjadi satu-satunya faktor pembeda
  • Nilai jual kembali (resale value) rendah karena desain tidak unik

2. Kontrol Kualitas yang Tidak Konsisten
ODM beroperasi dengan prinsip produksi massal efisiensi volume diutamakan di atas presisi individu. Laporan dari konsumen di forum teknologi menunjukkan variasi kualitas antar unit yang signifikan:

  • Unit A: layar tajam, baterai tahan 10 jam
  • Unit B (dari batch berbeda): layar pudar, baterai drop dalam 6 jam

Tanpa kontrol kualitas ketat dari perusahaan pembeli, konsumen bisa mendapat "lottery" saat membeli HP ODM.
3. Keterbatasan Dukungan Purna Jual
Ketika terjadi kerusakan hardware, perusahaan pembeli sering kali tidak memiliki akses ke dokumentasi teknis lengkap dari ODM. Akibatnya:

  • Teknisi kesulitan mencari suku cadang spesifik
  • Perbaikan memakan waktu lebih lama
  • Beberapa kerusakan dianggap "tidak bisa diperbaiki" karena keterbatasan pengetahuan

4. Risiko Keamanan Data
Beberapa ODM terutama yang kurang ternama diketahui menyisipkan aplikasi bawaan (bloatware) dengan izin akses berlebihan. Aplikasi ini bisa mengumpulkan data pengguna tanpa transparansi. Meski perusahaan pembeli bisa meminta penghapusan, tidak semua ODM patuh 100%.

Kelebihan HP ODM: Mengapa Strategi Ini Tetap Bertahan?

Di balik kekurangannya, ODM menawarkan keunggulan yang tak terbantahkan terutama bagi pasar berkembang dan konsumen berpendapatan menengah ke bawah.
1. Harga Lebih Terjangkau
Tanpa beban R&D besar, HP ODM bisa dijual 20–40% lebih murah dibanding smartphone dengan spesifikasi serupa yang dikembangkan secara mandiri. Contoh: smartphone dengan chipset Snapdragon 680, RAM 6GB, dan layar 90Hz bisa dijual seharga Rp2,5 juta sesuatu yang mustahil jika dikembangkan dari nol oleh merek kecil.

2. Akses ke Teknologi Terkini
ODM besar seperti Huaqin dan Wingtech memiliki kemitraan langsung dengan pemasok chipset global (Qualcomm, MediaTek, Unisoc). Ini memungkinkan merek kecil mengadopsi teknologi terbaru seperti kamera 108MP atau fast charging 33W tanpa harus bernegosiasi langsung dengan raksasa teknologi.

3. Stabilitas Pasokan
Di tengah krisis chip global 2020–2022, merek yang bergantung pada ODM justru lebih tangguh. ODM memiliki alokasi chip yang lebih besar karena memesan dalam volume masif untuk banyak klien sehingga pasokan tetap stabil meski merek OEM kesulitan.

4. Pintu Masuk bagi Merek Lokal
Bagi negara berkembang seperti Indonesia, ODM menjadi jembatan bagi merek lokal untuk bersaing di pasar domestik. Tanpa ODM, mustahil bagi merek seperti Advan atau Evercoss untuk hadir dengan harga kompetitif melawan Xiaomi atau Samsung.

Fakta Mengejutkan: Merek Besar Mana Saja yang Menggunakan HP ODM?

Banyak konsumen berasumsi hanya merek kecil yang menggunakan ODM. Fakta di lapangan justru sebaliknya raksasa teknologi global pun mengandalkan ODM untuk segmen tertentu.
Data Penggunaan ODM oleh Merek Global (2020):

  • Nokia (HMD Global): 88% produknya adalah ODM
  • Xiaomi: 74% produk entry-level dan mid-range
  • Samsung: 22% produk seri A dan M
  • Huawei: 18% produk seri Y dan Enjoy
  • OPPO/realme: 30–40% untuk pasar emerging markets

Studi Kasus: Nokia dan Strategi ODM Penuh

Setelah kembali ke pasar smartphone pada 2017 melalui lisensi dengan HMD Global, Nokia memilih strategi 100% ODM untuk semua modelnya. Mereka bermitra dengan FIH Mobile (anak perusahaan Foxconn) untuk merancang dan memproduksi seluruh lini produk. Hasilnya:

  • Biaya pengembangan minimal
  • Fokus pada branding dan pengalaman software (Android One)
  • Kecepatan rilis produk yang tinggi

Strategi ini membuat Nokia kembali relevan di Eropa dan Asia dalam waktu singkat meski dengan pengorbanan pada diferensiasi desain.

Studi Kasus: Xiaomi dan Dual-Track Strategy

Xiaomi menerapkan pendekatan hybrid:

  • Flagship (seri Mi/Redmi K): dikembangkan internal dengan kontrol penuh
  • Entry-level (seri Redmi A/C): 100% ODM dari Huaqin dan Wingtech

Dengan strategi ini, Xiaomi bisa menjual Redmi 12C seharga Rp1,8 juta dengan margin sehat sesuatu yang mustahil jika dikembangkan dari nol.

Lima Raksasa ODM yang Mengendalikan Industri Smartphone Global

Di balik layar, hanya segelintir perusahaan Tiongkok yang mendominasi pasar ODM global. Mereka adalah "pabrik tak kasat mata" yang memproduksi ratusan juta smartphone setiap tahun.
1. Huaqin Technology

  • Pangsa pasar: ~25% global
  • Klien utama: Nokia, Xiaomi, Google (untuk Pixel tertentu), merek lokal Asia/Afrika
  • Keunggulan: Integrasi vertikal memproduksi tidak hanya ponsel, tapi juga komponen seperti PCB dan modul kamera
  • Fakta menarik: Memproduksi lebih dari 100 juta unit smartphone per tahun lebih banyak dari seluruh produksi Apple

2. Wingtech Communication

  • Pangsa pasar: ~20% global
  • Klien utama: Xiaomi, realme, Tecno, Infinix, merek Eropa Timur
  • Keunggulan: Spesialisasi pada chipset MediaTek dan Unisoc untuk pasar harga terjangkau
  • Fakta menarik: Memiliki pabrik di Vietnam dan India untuk menghindari tarif impor AS-Tiongkok

3. Longcheer Telecommunication

  • Pangsa pasar: ~15% global
  • Klien utama: Samsung (seri A entry-level), ZTE, merek Amerika Latin
  • Keunggulan: Fokus pada smartphone dengan fitur rugged (tahan banting) untuk pasar industri
  • Fakta menarik: Memproduksi smartphone untuk merek "dumb phone" yang kini kembali populer di Eropa

4. CNCE (Chino-E)

  • Pangsa pasar: ~10% global
  • Klien utama: Merek lokal Indonesia, Filipina, Nigeria
  • Keunggulan: Fleksibilitas pesanan kecil (minimum order 5.000 unit)
  • Fakta menarik: Sering menjadi pilihan pertama startup smartphone karena syarat minimal order rendah

5. TINNO Group

  • Pangsa pasar: ~8% global
  • Klien utama: Merek fashion (misalnya smartphone co-branding dengan merek pakaian), operator seluler
  • Keunggulan: Desain casing unik dan customisasi ekstrem
  • Fakta menarik: Memproduksi smartphone berbentuk tidak biasa lipat lateral, layar melengkung ekstrem untuk niche market

Dampak HP ODM terhadap Konsumen: Apa yang Perlu Anda Ketahui?

Sebagai pengguna akhir, memahami konsep ODM membantu Anda membuat keputusan pembelian yang lebih cerdas.

Tips Membedakan HP ODM Saat Berbelanja:

1. Periksa Kode Model di Pengaturan
Setiap smartphone memiliki kode model internal (misalnya "M2101K7AG" untuk Redmi Note 10). Cari kode tersebut di Google jika muncul hasil untuk merek lain dengan spesifikasi identik, kemungkinan besar itu HP ODM.

2. Bandingkan Desain Fisik
Ambil foto casing belakang, posisi kamera, dan tombol fisik. Bandingkan dengan merek lain di toko online. Jika desainnya nyaris identik dengan perbedaan hanya pada logo, itu indikasi kuat HP ODM.

3. Cek Firmware dan Build Number
Di menu About Phone, lihat "Build Number". Jika diawali dengan kode seperti "HQS" (Huaqin) atau "WTL" (Wingtech), itu pertanda kuat produk ODM.

4. Evaluasi Harga vs. Spesifikasi
Jika harga terlalu bagus untuk spesifikasi yang ditawarkan (misalnya Snapdragon 7 Gen 1 seharga Rp3 juta), kemungkinan besar itu HP ODM dengan margin keuntungan minimal.

Apakah HP ODM Layak Dibeli?

Jawabannya: tergantung kebutuhan Anda.

  • Untuk pengguna casual (media sosial, WhatsApp, YouTube): HP ODM sangat layak harga terjangkau dengan performa memadai.
  • Untuk power user (gaming intensif, editing video): Lebih baik pilih merek dengan kontrol penuh atas desain untuk konsistensi kualitas.
  • Untuk investasi jangka panjang: Hindari HP ODM karena nilai jual kembali rendah dan dukungan pembaruan software terbatas.

Masa Depan HP ODM: Tren dan Prediksi 2026–2030

Industri ODM tidak statis ia terus berevolusi mengikuti dinamika teknologi dan geopolitik global.
Tren yang Akan Membentuk Masa Depan ODM:

1. Diversifikasi Basis Produksi
Tekanan geopolitik AS-Tiongkok mendorong ODM memindahkan sebagian produksi ke Vietnam, India, dan Meksiko. Pada 2027, diperkirakan 40% produksi ODM akan berada di luar Tiongkok naik dari 15% pada 2023.

2. Integrasi AI pada Desain ODM
ODM besar mulai menggunakan AI generatif untuk merancang casing, layout PCB, dan optimasi termal. Ini mempercepat siklus pengembangan dari 6 bulan menjadi hanya 4–6 minggu.

3. ODM sebagai Penyedia Layanan Penuh
Masa depan ODM bukan hanya "desain dan produksi", tapi juga:

  • Manajemen rantai pasok global
  • Sertifikasi regulasi lintas negara
  • Dukungan purna jual terpusat
  • Bahkan pengelolaan merek digital untuk klien

4. Regulasi Transparansi yang Lebih Ketat
Uni Eropa dan beberapa negara Asia mulai mewajibkan pencantuman informasi "diproduksi oleh" di kemasan. Ini akan meningkatkan kesadaran konsumen dan mungkin mengubah persepsi negatif terhadap HP ODM.

Kesimpulan: HP ODM Bukan Musuh, Tapi Realitas Industri yang Perlu Dipahami

HP ODM bukanlah praktik curang atau penipuan. Ia adalah mekanisme efisiensi yang memungkinkan teknologi smartphone menjangkau miliaran orang di seluruh dunia termasuk mereka yang tidak mampu membeli flagship premium.

Tanpa ODM:

  • Harga smartphone entry-level bisa 2–3 kali lipat lebih mahal
  • Merek lokal tidak akan pernah eksis
  • Inovasi terbatas pada segelintir raksasa teknologi

Namun, sebagai konsumen cerdas, Anda berhak tahu apa yang Anda beli. Memahami konsep ODM membantu Anda:

  • Menghindari kekecewaan dari ekspektasi berlebihan
  • Memilih produk berdasarkan nilai nyata, bukan sekadar merek
  • Menjadi bagian dari ekosistem teknologi yang transparan dan berkelanjutan

Di akhir hari, yang terpenting bukan siapa yang membuat ponsel Anda tapi apakah ponsel itu memenuhi kebutuhan Anda dengan harga yang adil. Dan dalam hal itu, HP ODM telah membuktikan nilainya sebagai penjembatani kesenjangan digital global.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget