Meizu Tinggalkan Dunia Smartphone? Ini Bocoran dari Dalam Perusahaan
- Meizu
Gadget – Kabar mengejutkan datang dari dunia teknologi Tiongkok. Meizu, merek smartphone legendaris yang kini berada di bawah naungan Geely Group, dikabarkan tengah mempertimbangkan menghentikan seluruh operasional bisnis ponsel pintarnya. Laporan yang beredar luas di platform profesional Tiongkok Maimai menyebut bahwa pengembangan Meizu 23 flagship yang sempat dijanjikan sebagai penerus estafet desain ikonik telah dibatalkan secara efektif.
Meski belum ada pernyataan resmi dari Xingji (Starji) Meizu, informasi dari sumber internal ini telah memicu gelombang spekulasi di kalangan penggemar, analis industri, dan media teknologi global. Apakah ini benar-benar akhir dari era Meizu sebagai produsen smartphone?
Artikel ini mengurai sumber kebocoran, konteks restrukturisasi, rencana masa depan Flyme Auto, serta kemungkinan nasib merek Meizu dalam ekosistem Geely yang semakin fokus pada mobilitas cerdas.
Asal-Usul Kabar: Postingan Maimai yang Mengguncang Industri
Pada awal Maret 2026, sebuah unggahan anonim di Maimai platform mirip LinkedIn yang populer di Tiongkok menjadi viral di kalangan komunitas teknologi. Postingan tersebut mengklaim:
- Bisnis smartphone Meizu akan ditutup
- Tim pengembangan ponsel menghadapi PHK massal
- Proyek Meizu 23 secara resmi dihentikan
- Karyawan yang terdampak akan menerima kompensasi N+1
- Pemegang saham harus berkonsultasi langsung dengan HRD untuk penyelesaian hak
Yang lebih mencolok, postingan itu juga menyebut bahwa Flyme Auto sistem infotainment mobil berbasis Flyme OS akan dipisahkan dari divisi ponsel dan diintegrasikan ke dalam Yikatong, anak perusahaan Geely yang fokus pada layanan mobilitas dan ekosistem kendaraan listrik.
Jika benar, langkah ini menandakan pergeseran strategis besar: Meizu bukan lagi dilihat sebagai merek ponsel, melainkan sebagai penyedia antarmuka digital untuk mobil Geely.
Konteks Tekanan Biaya: Mengapa Keputusan Ini Masuk Akal?
Kabar ini tidak muncul dari ruang hampa. Sejak awal 2026, industri smartphone global menghadapi tekanan biaya komponen yang terus meningkat, terutama pada chipset high-end dan memori LPDDR5X/UFS 4.0.
Pada Februari 2026, tipster ternama Digital Chat Station (DCS) sudah memperingatkan bahwa beberapa merek termasuk yang berukuran menengah seperti Meizu berisiko menunda atau membatalkan peluncuran flagship karena margin keuntungan yang terlalu tipis.