Vivo Tunda Proyek AI Smart Glasses, Fokus ke Mixed Reality

Vivo Tunda Proyek AI Smart Glasses, Fokus ke Mixed Reality
Sumber :
  • Istimewa

Google Rilis Fitur Perlindungan Pencurian Android Revolusioner
  • Vivo menangguhkan proyek pengembangan Vivo AI Smart Glasses internal setelah berbulan-bulan persiapan.
  • Evaluasi internal mengungkap keraguan terhadap diferensiasi produk dan viabilitas jangka panjang di pasar.
  • Perusahaan kini mengalihkan fokus dan sumber daya utama menuju pengembangan Mixed Reality (MR) yang lebih menjanjikan.

Xiaomi 17 Pro Max Kamera Gagal Tembus 10 Besar DXOMARK

Laporan terbaru menyebutkan bahwa Vivo telah menangguhkan proyek ambisius mereka, yakni pengembangan internal Vivo AI Smart Glasses. Meskipun belum ada pernyataan resmi, penundaan ini terjadi setelah evaluasi mendalam. Keputusan ini mencerminkan kekhawatiran manajemen terhadap arah produk dan potensi viabilitas jangka panjang. Vivo telah menghabiskan beberapa bulan melakukan riset intensif. Perusahaan mengeksplorasi berbagai pendekatan desain dan teknologi untuk Vivo AI Smart Glasses, termasuk model berbasis audio murni hingga versi dengan layar monokrom sederhana.

Tantangan Diferensiasi Kunci Proyek Vivo AI Smart Glasses

Portronics Ignis 65 Meluncur: Bank Daya 65W PD untuk Laptop

Sumber yang dekat dengan internal Vivo mengungkapkan bahwa perusahaan bahkan telah bekerja sama dengan beberapa mitra ODM (Original Design Manufacturer). Kolaborasi ini bertujuan mengembangkan unit demo awal. Namun demikian, setelah berbulan-bulan melakukan prototyping, pimpinan Vivo menyimpulkan bahwa produk tersebut tidak memiliki jalan yang jelas menuju diferensiasi yang bermakna. Mereka melihat kurangnya keunggulan kompetitif.

Keterbatasan Rantai Pasok Menghambat Inovasi

Salah satu tantangan utama yang diidentifikasi adalah terbatasnya ruang gerak inovasi dalam rantai pasok saat ini. Kebanyakan kacamata pintar yang beredar di pasar bergantung pada komponen inti yang sama. Ini mencakup chipset dan sensor kamera yang sangat terstandarisasi.

Hal ini secara langsung menyulitkan merek seperti Vivo untuk menonjol. Diferensiasi kinerja, efisiensi daya, atau kemampuan pencitraan menjadi sangat sulit dicapai. Bahkan, model berbasis layar menghadapi kendala klasik. Kendala ini mencakup pertukaran antara kecerahan, bidang pandang, masa pakai baterai, manajemen panas, dan biaya produksi.

Pergeseran Strategis ke Pengembangan Mixed Reality

Para pengamat industri menekankan bahwa keputusan Vivo ini bukan sinyal keluar dari komputasi generasi baru. Sebaliknya, hal ini menandakan konsolidasi sumber daya yang strategis. Vivo kini diperkirakan akan memfokuskan upaya mereka pada produk mixed reality (MR).

Halaman Selanjutnya
img_title