Vivo Tunda Proyek AI Smart Glasses, Fokus ke Mixed Reality
- Istimewa
Area MR ini merupakan bidang di mana Vivo sudah memiliki kemajuan yang nyata. Vivo sebelumnya memperkenalkan headset MR, Vivo Vision Discovery Edition. Perangkat ini diposisikan sebagai perpanasan alami dari fungsi smartphone dan PC.
Pergeseran fokus ini menunjukkan adanya perhitungan ulang mengenai platform mana yang paling mungkin mencapai adopsi massal. MR menawarkan pengalaman yang lebih imersif dan terdefinisi, berbeda dengan kasus penggunaan AI smart glasses yang masih terbatas.
Dilema Industri dan Masa Depan Wearable
Pasar AI smart glasses secara umum juga berada dalam fase transisi yang kompleks. Meskipun minat publik tetap tinggi dan demonstrasi menarik perhatian, adopsi pengguna jangka panjang masih tertinggal. Kebanyakan kasus penggunaan saat ini berkisar pada terjemahan, fotografi, atau interaksi suara.
Namun, fungsi-fungsi tersebut belum menawarkan alasan yang cukup kuat. Pengguna belum memiliki dorongan untuk mengenakan wearable tersebut sepanjang hari. Pendekatan hati-hati yang diambil Vivo saat menunda proyek Vivo AI Smart Glasses ini menyoroti dilema yang lebih luas di industri teknologi. Hingga skenario penggunaan yang lebih jelas muncul dan teknologi pendukung menjadi lebih matang, AI smart glasses kemungkinan akan tetap menjadi kategori eksperimental, bukan produk pasar massal.