Kinerja PANDI: Domain .ID Dominasi Asia Tenggara, Tembus 1,43 Juta
- Istimewa
- Domain .id memimpin Asia Tenggara dengan total 1.432.960 pengguna pada akhir tahun 2025.
- PANDI kini menjadi operator ccTLD dengan kinerja tertinggi, melampaui target dan dijadikan acuan (benchmark) regional.
- Minat global meluas hingga 180 negara; perkembangan identitas digital dan teknologi blockchain menjadi pendorong utama.
PANDI, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia, baru saja mencetak rekor mengesankan. Jumlah pengguna resmi Domain .id kini menembus angka 1.432.960. Angka fenomenal ini secara resmi menempatkan Domain .id sebagai nama domain (ccTLD) terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Ketua PANDI, John Sihar Simanjuntak, menegaskan bahwa pencapaian ini jauh melampaui target yang ditetapkan pada tahun-tahun sebelumnya, yakni 1.215.714 domain. John menyatakan PANDI otomatis menjadi pengelola domain dengan kinerja paling unggul di regional Asia Tenggara saat ini.
Domain .ID Mendominasi dan Jadi Acuan Regional
Pencapaian jumlah pengguna Domain .id ini menggarisbawahi kekuatan pasar Indonesia. Data statistik ccTLD Asia Tenggara menunjukkan jurang perbedaan yang signifikan antara Indonesia dan negara tetangga.
Malaysia, yang menggunakan domain .my, berada di posisi kedua dengan 804.134 domain. Vietnam menyusul dengan .vn (664.704 domain).
Jauh di bawah itu, Singapura (.sg) mencatatkan 200.975 domain, Thailand (.th) 87.005 domain, dan Laos (.la) 49.751 domain.
Strategi Penjualan Domain Malaysia
John Simanjuntak mengungkapkan bahwa pencapaian ini menjadikan PANDI sebagai patokan kinerja. Negara-negara tetangga menjadikan Domain .id sebagai tolok ukur untuk memacu program kerja mereka.
Malaysia, misalnya, menunjukkan perhatian besar terhadap strategi penjualan domain yang diterapkan PANDI. Pada awal tahun 2020-an, pengguna domain .my hanya berkisar 400 ribu.
Setelah intensif melakukan konsultasi dengan PANDI dalam berbagai pertemuan global, Malaysia berhasil meningkatkan jumlah domain mereka. Kini angka tersebut mencapai sekitar 700 ribu. Namun, John menegaskan bahwa upaya tersebut belum mampu menyaingi performa dari Domain .id.
Identitas Digital Global Memacu Kepercayaan Pasar
Pertumbuhan pengguna domain asal Indonesia tidak hanya terkonsentrasi di dalam negeri, tetapi meluas secara global. Saat ini, jangkauan Domain .id telah digunakan di 180 negara di seluruh dunia.
Amerika Serikat (AS) memimpin daftar pengguna terbanyak di luar Indonesia dengan 18.039 domain. Diikuti Kamboja (7.709), Pakistan (3.531), China (1.728), dan Australia (1.496).
Minat terhadap domain ini menunjukkan tren positif, seiring pesatnya perkembangan teknologi blockchain. Blockchain sering diasosiasikan kuat dengan identitas digital.
Dampak Inovasi Blockchain
John Simanjuntak menjelaskan, ekosistem blockchain melahirkan banyak pemain baru, terutama pada sektor identitas digital dan kripto. Hal ini membuat Domain .id dipandang sebagai representasi identitas yang kredibel dan kuat.
Beberapa perusahaan global bahkan mulai memanfaatkan domain ini. Contohnya, Coinbase menggunakan cb.id. Penggunaan domain seperti ins.id juga turut mendongkrak citra merek .id di tingkat internasional.
Peningkatan pengguna di AS hingga mencapai 18.039 menjadi cerminan nyata. Ini menunjukkan bahwa pasar global menaruh kepercayaan yang sangat tinggi terhadap domain identitas digital dari Indonesia.
Strategi Kunci PANDI: Infrastruktur dan Keamanan Data
Untuk mempertahankan laju pertumbuhan ini, PANDI fokus pada dua pilar utama: kolaborasi dan keandalan sistem. Strategi kolaborasi diterapkan melalui sinergi dengan 25 registrar yang berperan sebagai ujung tombak pemasaran dan interaksi langsung dengan masyarakat.
Penguatan Infrastruktur DNS dan Server
PANDI terus memperkuat infrastruktur demi menjamin keandalan sistem. Mereka mengoperasikan 47 server anycast di 47 negara. Di Indonesia, tiga pusat data utama berlokasi di Batam, Cibitung, dan Bogor.
Infrastruktur terdistribusi ini memastikan sistem DNS tetap aktif dan stabil. Jika terjadi gangguan pada salah satu server, akses global tetap berjalan lancar. John Simanjuntak menjamin sistem ini mampu membuat nama domain 100% dinikmati oleh masyarakat dunia.
Mekanisme Pengawasan Konten Berbahaya
Dari sisi keamanan, PANDI secara aktif memperkuat pengawasan konten. Mereka menggunakan sistem ID-ADX atau ID-IDX. Sistem ini mampu mendeteksi konten berbahaya, termasuk judi online, kekerasan seksual anak, dan upaya phishing.
Mekanisme penindakan dilakukan setelah konten aktif. PANDI melakukan tindakan penurunan (takedown) maksimal dalam waktu 1x24 jam apabila terbukti melanggar ketentuan. Penting untuk dicatat, kewenangan PANDI terbatas hanya pada domain yang berakhiran .id.
Proyeksi Kepercayaan Pasar dan Tantangan Pengawasan
Pencapaian PANDI menjadikan Domain .id bukan hanya sekadar alamat web, melainkan simbol keberhasilan digitalisasi Indonesia di kancah global. Kepercayaan pasar, yang tercermin dari tingginya adopsi di Amerika Serikat, membuktikan bahwa identitas digital berbasis .id memiliki kredibilitas yang kuat.
Meskipun demikian, PANDI menghadapi tantangan berkelanjutan. Mereka harus terus menyempurnakan strategi kolaborasi dengan registrar. Selain itu, upaya pengawasan konten ilegal melalui ID-ADX/ID-IDX wajib terus diperkuat, mengingat laju konten negatif yang juga tumbuh cepat di era digital ini.