Adu Spesifikasi Vivo X100 Ultra dan X200 Ultra, Bedanya Ternyata Jauh
- Youtube
Persaingan smartphone flagship Vivo semakin menarik untuk disimak. Kali ini, dua jagoan kelas atas, Vivo X100 Ultra dan Vivo X200 Ultra, hadir membawa peningkatan signifikan di berbagai sektor. Sekilas memang terlihat mirip, namun jika ditelusuri lebih dalam, terdapat banyak perbedaan penting yang bisa menjadi penentu pilihan konsumen. Mulai dari desain, layar, performa, kamera, hingga baterai, keduanya menawarkan pengalaman premium dengan pendekatan yang sedikit berbeda.
Dari sisi desain, Vivo X100 Ultra dan Vivo X200 Ultra sama-sama tampil elegan dengan bodi besar dan kesan solid. Namun, Vivo X200 Ultra terasa lebih ramping berkat ketebalan 8,7 mm, sementara pendahulunya masih berada di angka 9,2 mm. Meski begitu, bobot keduanya tetap identik di 229 gram. Perbedaan kecil ini membuat X200 Ultra terasa sedikit lebih nyaman digenggam, terutama untuk penggunaan jangka panjang.
Soal ketahanan, peningkatan cukup terasa pada Vivo X200 Ultra. Jika X100 Ultra sudah mengantongi sertifikasi IP68 yang tahan debu dan air, X200 Ultra melangkah lebih jauh dengan IP69. Artinya, perangkat ini tak hanya tahan direndam, tetapi juga lebih kuat menghadapi semprotan air bertekanan tinggi. Meski demikian, keduanya belum mengusung konsep rugged build, sehingga tetap disarankan menggunakan pelindung tambahan.
Beralih ke sektor layar, Vivo X200 Ultra kembali unggul tipis. Layarnya sedikit lebih besar di ukuran 6,82 inci dibanding 6,78 inci milik X100 Ultra. Keduanya sama-sama menggunakan panel OLED/AMOLED dengan refresh rate 120Hz, sehingga animasi terasa halus dan responsif. Resolusinya pun hampir identik di level QHD+, membuat tampilan tajam dan detail. Namun, keunggulan besar X200 Ultra ada pada tingkat kecerahan yang bisa mencapai 4.500 nits, sangat ideal untuk penggunaan di bawah sinar matahari. Ditambah lagi, perlindungan Gorilla Armor membuat layarnya lebih tangguh terhadap benturan dan goresan.
Dari sisi performa, perbedaan kedua ponsel ini cukup mencolok. Vivo X100 Ultra ditenagai Snapdragon 8 Gen 3 yang sudah sangat bertenaga. Namun, Vivo X200 Ultra hadir dengan Snapdragon 8 Elite, chipset terbaru yang membawa lonjakan performa signifikan. Hal ini terlihat dari skor AnTuTu yang melesat hingga lebih dari 2,8 juta poin, jauh di atas X100 Ultra. Skor Geekbench pun menunjukkan peningkatan besar, baik di single-core maupun multi-core. Dengan RAM 16 GB dan penyimpanan internal 1 TB, keduanya sama-sama siap melibas multitasking berat dan kebutuhan profesional.
Di sektor kamera, Vivo masih mempertahankan identitasnya sebagai brand kamera-centric. Kedua ponsel dibekali konfigurasi tiga kamera belakang dengan sensor utama 200 MP, didampingi dua kamera 50 MP. Meski resolusinya sama, Vivo X200 Ultra membawa peningkatan pada bukaan lensa yang lebih lebar serta penggunaan sensor BSI. Hasilnya, kemampuan fotografi malam dan kondisi minim cahaya menjadi lebih optimal. Selain itu, jumlah LED flash di X200 Ultra juga lebih banyak, sehingga pencahayaan lebih merata saat memotret atau merekam video.
Untuk perekaman video, keduanya mendukung resolusi hingga 4K di 30 fps dengan stabilisasi optik. Kamera depan 50 MP pun masih menjadi salah satu yang terbaik di kelas flagship, ideal untuk selfie detail maupun video call berkualitas tinggi.
Dari sisi sistem operasi, baik Vivo X100 Ultra maupun X200 Ultra sama-sama menjalankan Android 15. Beragam fitur privasi modern tersedia, mulai dari peringatan clipboard, kontrol kamera dan mikrofon, hingga opsi pemblokiran pelacakan aplikasi. Kustomisasi tema juga tetap menjadi keunggulan khas Vivo yang memanjakan pengguna.
Urusan daya menjadi poin penting berikutnya. Vivo X200 Ultra dibekali baterai 6.000 mAh, lebih besar dibanding 5.500 mAh pada X100 Ultra. Selain itu, kecepatan pengisian juga meningkat menjadi 90W untuk kabel dan 40W untuk nirkabel. Menariknya lagi, X200 Ultra kini mendukung reverse wireless charging, fitur yang absen di generasi sebelumnya. Meski begitu, keduanya tetap menyertakan charger di dalam kotak penjualan.
Pada sektor audio, pengalaman multimedia terasa sangat premium. Kedua ponsel sudah mengusung speaker stereo dan mendukung berbagai codec audio kelas atas seperti aptX, LDAC, hingga aptX HD. Namun, Vivo X200 Ultra kembali unggul dengan dukungan aptX Adaptive dan aptX Lossless, yang menjanjikan kualitas audio nirkabel lebih stabil dan mendekati kualitas CD.
Secara keseluruhan, Vivo X100 Ultra masih menjadi flagship yang sangat solid. Namun, Vivo X200 Ultra jelas merupakan evolusi yang signifikan, terutama dari sisi performa, layar, kamera, dan baterai. Bagi pengguna yang menginginkan teknologi paling mutakhir dan pengalaman tanpa kompromi, Vivo X200 Ultra layak dipertimbangkan. Sementara itu, Vivo X100 Ultra tetap relevan bagi mereka yang mengincar flagship premium dengan performa tinggi namun kemungkinan harga yang lebih bersahabat.