Casio Rilis Edifice EFB-109D: Jam Analog Slim Bernuansa 70-an

Casio Rilis Edifice EFB-109D: Jam Analog Slim Bernuansa 70-an
Sumber :
  • Istimewa

Revolusi Retro: Casio W-221H Bawa Nostalgia 90-an
  • Seri EFB-109D fokus pada desain ramping (9.2 mm) untuk penggunaan harian.
  • Model analog ini menawarkan kristal safir dan ketahanan air 100 meter.
  • Casio Edifice EFB-109D mengusung estetika jam tangan sport tahun 1970-an yang bersih.

Revolusi Warna: 4 Model G-Shock Bezel Metal Merah Dirilis Casio

Casio baru saja meluncurkan ekspansi lini Edifice mereka dengan dua model jam tangan analog baru: Casio Edifice EFB-109D-5AV dan EFB-109D-3AV. Meskipun termasuk dalam kategori Edifice yang terinspirasi motorsport, model ini sengaja menjauh dari keramaian fitur balap. Perusahaan jam asal Jepang tersebut kini mengarahkan fokusnya pada desain yang lebih ramping dan elegan. Casio Edifice EFB-109D menargetkan pengguna yang mencari jam tangan harian dengan daya tahan tinggi.

Proporsi Ramping dan Estetika Klasik

3 G-Shock Premium 2026 yang Siap Diajak Bertualang ke Medan Ekstrem

Alih-alih menonjolkan komplikasi kompleks, seri Casio Edifice EFB-109D justru menonjolkan proporsi tubuh. Casio merancang casing baja tahan karat yang ringkas. Ukurannya hanya 43.5 × 38.5 × 9.2 mm.

Angka 9.2 mm menunjukkan profil yang sangat tipis. Angka ini lebih ramping signifikan dibanding kebanyakan jam tangan olahraga modern. Desain ini menawarkan kenyamanan maksimal di pergelangan tangan.

Sentuhan Detail Mewah

Kedua model baru ini menampilkan dial gradasi yang menarik. Mereka menggunakan tata letak analog tiga jarum yang sederhana dan bersih. Desain ini secara jelas mengambil inspirasi dari jam tangan olahraga era 1970-an.

Casing jam ini memiliki finishing rambut (hairline finish). Namun, bagian bezelnya dibuat berkilau (mirror-finished). Kombinasi ini memberikan tampilan yang seimbang antara kemewahan dan kesederhanaan. Casio juga menyertakan indeks jam yang diaplikasikan, menambah kesan premium.

Fitur Teknis dan Durabilitas Casio

Casio Edifice EFB-109D memang tidak menawarkan teknologi canggih. Hal ini justru menjadi poin utama dari desain minimalisnya. Jam tangan ini didukung mesin quartz (Modul 5340) yang ditenagai baterai SR920SW.

Mesin Quartz dan Ketahanan Air

Pengguna mendapatkan akurasi yang solid. Casio mengklaim akurasi ±20 detik per bulan. Daya tahan baterai jam ini diperkirakan mencapai sekitar tiga tahun. Fitur kunci lainnya adalah kristal safir yang tahan gores. Selain itu, bagian belakang casing menggunakan sistem sekrup pengunci (screw-lock case back). Fitur-fitur ini seringkali ditiadakan pada model-model Edifice yang lebih terjangkau.

Tali jam (bracelet) terbuat dari baja tahan karat yang kokoh. Tali ini menggunakan gesper lipat sekali sentuh. Pengguna dengan lingkar pergelangan 150 hingga 205 mm dapat menggunakan jam ini. Ketahanan airnya mencapai 100 meter. Kapasitas ini cukup untuk penggunaan sehari-hari dan aktivitas berenang ringan di permukaan.

Analisis Fokus dan Ketersediaan Pasar

Casio dengan tegas memilih jalur berbeda untuk seri Casio Edifice EFB-109D ini. Perusahaan menghilangkan elemen chronograph dan tachymeter yang umum ditemukan di jam Edifice lainnya. Sebagai gantinya, mereka berfokus pada tiga aspek fundamental: kesederhanaan, profil ramping, dan kualitas material unggulan.

Keputusan desain ini mencerminkan permintaan pasar akan jam tangan yang serbaguna. Jam tangan ini harus mampu beradaptasi dari kantor hingga acara santai tanpa kesan terlalu sporty. Sayangnya, Casio belum mengumumkan detail harga dan ketersediaan resmi seri Edifice EFB-109D ini di pasar global. Kita tunggu pengumuman lanjutan dari Casio terkait kehadiran jam tangan analog bernuansa klasik ini.