Kelebihan dan Kekurangan OPPO Find X9 Pro, Flagship Premium dengan Kamera 200 MP
- oppo
Dari segi performa, OPPO Find X9 Pro mengandalkan chipset MediaTek Dimensity 9500 yang dipadukan dengan RAM hingga 16 GB. Kombinasi ini membuat aktivitas multitasking berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Aplikasi berat, gim grafis tinggi, hingga proses editing dapat dijalankan dengan baik. Selain performa mentah, OPPO juga menyematkan fitur-fitur pendukung seperti speaker stereo, NFC, Bluetooth 6.0, sensor sidik jari di bawah layar, serta dukungan eSIM dan jaringan 5G yang semakin relevan untuk kebutuhan masa kini.
Meski demikian, OPPO Find X9 Pro bukan tanpa kekurangan. Dalam penggunaan ekstrem yang berlangsung lama, seperti bermain gim berat secara terus-menerus atau melakukan render video, performa chipset dapat mengalami penurunan. Hal ini terjadi sebagai mekanisme perlindungan untuk menjaga suhu perangkat tetap stabil. Walaupun masih dalam batas wajar, kondisi ini bisa dirasakan oleh pengguna yang sering memaksimalkan performa ponsel.
Selain itu, dari sisi desain dan antarmuka, sebagian pengguna menilai OPPO Find X9 Pro kurang memiliki identitas yang benar-benar unik. Desainnya memang elegan, tetapi dianggap tidak terlalu berbeda dibandingkan flagship lain di kelasnya. Antarmuka ColorOS 16 juga dinilai terasa familiar dan mirip dengan sistem operasi kompetitor, sehingga kurang memberikan pengalaman yang benar-benar baru.
Ukuran dan bobot perangkat juga menjadi catatan tersendiri. Dengan berat sekitar 224 hingga 227 gram, OPPO Find X9 Pro tergolong besar dan cukup berat. Bagi pengguna yang terbiasa menggunakan ponsel dengan satu tangan dalam waktu lama, hal ini bisa terasa kurang nyaman.
Dari segi harga, OPPO Find X9 Pro dipasarkan di kisaran Rp19 hingga Rp21 jutaan. Harga tersebut jelas menempatkannya di segmen premium. Akibatnya, konsumen akan membandingkannya langsung dengan flagship lain yang menawarkan fitur serupa, bahkan dengan ekosistem yang lebih luas. Selain itu, aksesori tambahan seperti teleconverter Hasselblad memang dapat meningkatkan kemampuan zoom, namun harganya relatif mahal dan pemasangannya kurang praktis.
Terakhir, bagi kreator konten video, absennya perekaman video 8K di beberapa versi bisa menjadi kekurangan yang patut dipertimbangkan. Meskipun kualitas video secara umum tetap baik, fitur ini kini mulai dilirik oleh pengguna profesional.