Dampak Krisis Chip: Raspberry Pi Kerek Harga Kedua Kali
- Istimewa
Kenaikan signifikan terjadi pada model spesifikasi tinggi. Varian 8GB naik Rp503.100, dan model 16GB mengalami lonjakan terbesar, yakni Rp1.006.200. Akibat penyesuaian beruntun ini, harga jual varian tertinggi Raspberry Pi 5 kapasitas 16GB kini menembus angka Rp3.437.850. Varian 8GB untuk Pi 4 dan Pi 5 diperkirakan menyentuh kisaran Rp2.096.250 hingga Rp2.263.950.
Model Entry-Level Tetap Stabil
Kendati tekanan inflasi komponen memori sangat tinggi, perseroan memastikan tidak semua lini produk terpengaruh. Raspberry Pi 4 dan Raspberry Pi 5 varian entry-level berkapasitas 1GB tetap dipatok stabil. Harga kedua model ini bertahan masing-masing di level Rp586.950 dan Rp754.650.
Selain itu, harga untuk komputer keyboard Raspberry Pi 400 juga tidak berubah, tetap menjadi opsi PC termurah di harga Rp1.006.200. Stabilitas harga ini juga mencakup produk model lama yang menggunakan memori LPDDR2, seperti Raspberry Pi 3 dan Pi Zero. Manajemen menyebutkan bahwa mereka masih memiliki inventaris memori LPDDR2 yang cukup untuk kebutuhan produksi beberapa tahun ke depan.
Analisis Proposisi Nilai dan Proyeksi ke Depan
Kenaikan harga beruntun ini secara fundamental menggeser proposisi nilai Raspberry Pi. Perangkat ini dulunya dikenal sebagai komputer ekonomis yang ideal bagi para penghobi dan edukator. Dengan harga yang semakin tinggi, perangkat ini kini harus bersaing ketat dengan komputer mini berbasis x86 atau bahkan PC bekas di pasar.
Upton memproyeksikan tantangan rantai pasokan dan fluktuasi harga memori akan terus berlanjut sepanjang tahun 2026. Namun demikian, perusahaan tetap berkomitmen meninjau ulang kebijakan harga jika kondisi pasar membaik. Situasi ini pada akhirnya bersifat sementara. Raspberry Pi berharap dapat membatalkan kenaikan harga ini setelah kondisi pasar semikonduktor mereda.