SNL Bawa Kapasitas 400 Gbps, ASSI: Ground Segment Kunci

SNL Bawa Kapasitas 400 Gbps, ASSI: Ground Segment Kunci
Sumber :
  • Istimewa

Kenapa PIK 2 Dicabut dari Proyek Strategis Nasional? Ini Penjelasan Pemerintah!
  • Total kapasitas satelit nasional RI melonjak hingga melampaui 400 Gbps pasca Satelit Nusantara Lima (SNL) beroperasi.
  • Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) menekankan pentingnya kesiapan stasiun bumi (ground segment) agar kapasitas terserap optimal.
  • SNL difokuskan menjadi tulang punggung konektivitas di wilayah 3T, mendukung perluasan jaringan 4G dan 5G.

Promo Terakhir: Paket Data Unlimited Mint Mobile Hanya $10/Bulan

Indonesia mencapai lompatan infrastruktur digital yang penting. Kehadiran Satelit Nusantara Lima (SNL) memicu total kapasitas satelit nasional menembus batas 400 Gbps. Angka ini merupakan capaian strategis bagi kedaulatan dan pemerataan konektivitas.

Namun, pencapaian luar biasa ini menuntut kesiapan krusial. Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) menilai tantangan utama saat ini adalah kesiapan ekosistem stasiun bumi atau ground segment. Kapasitas besar dari Satelit Nusantara Lima (SNL) harus terserap maksimal.

Bocoran Roadmap Samsung Galaxy 2026: S26 Hingga Z Fold 8

Analisis ASSI: Prioritas Pemerataan Jaringan 3T

ASSI memandang kapasitas VHTS dari SNL sebagai tulang punggung backhaul utama. Kapasitas ini berperan vital untuk memperluas jaringan 4G dan 5G di seluruh Nusantara. Prioritas utamanya adalah wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Kepala Bidang Media ASSI, Firdaus Adinugroho, menjelaskan bahwa SNL juga akan menghubungkan instansi pemerintah. Satelit ini akan mendukung sektor strategis seperti energi dan perbankan, memastikan layanan publik tetap berjalan di daerah terpencil.

“Tantangan utamanya adalah menyiapkan ekosistem ground segment yang terjangkau,” kata Firdaus.

Selain itu, kolaborasi intensif dengan operator telekomunikasi dan pemerintah daerah menjadi sangat penting. Tujuannya adalah memastikan kapasitas Satelit Nusantara Lima (SNL) terserap secara optimal sejak awal operasional.

Mengatasi Tantangan Ekosistem Stasiun Bumi

Firdaus menambahkan bahwa persiapan stasiun bumi utama dan jaringan pendukung saat ini berjalan sesuai target. PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), operator SNL, telah menyiapkan tujuh stasiun bumi.

Lokasi stasiun bumi tersebut tersebar di Aceh, Bengkulu, Banjarmasin, Cikarang, Gresik, Kupang, dan Tarakan. Seluruh infrastruktur ruas bumi ini akan memainkan peran kunci. Mereka memastikan layanan satelit beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.

Teknologi dan Posisi Strategis Satelit Nusantara Lima (SNL)

Satelit Nusantara Lima (SNL) telah tiba di orbit geostasioner, tepatnya di posisi 113° Bujur Timur di atas Pulau Kalimantan. Satelit ini berada pada ketinggian sekitar 35.786 kilometer di atas permukaan bumi.

Direktur Utama PSN, Adi Rahman Adiwoso, mengonfirmasi bahwa SNL adalah satelit berteknologi Very High Throughput Satellite (VHTS). Satelit ini mampu menyediakan total kapasitas lebih dari 160 Gbps. Teknologi VHTS ini menjadikan SNL sebagai salah satu yang tercanggih di dunia.

SNL menggunakan platform Boeing 702MP dan dilengkapi 101 spot beam Ka-band. Jangkauan luas ini mencakup seluruh wilayah Indonesia. Ke depan, SNL bahkan diproyeksikan dapat menyediakan layanan broadband hingga ke negara-negara ASEAN, seperti Malaysia dan Filipina. SNL dirancang untuk usia operasional lebih dari 15 tahun.

Pilar Infrastruktur Digital: Relasi SNL dan Layanan LEO

Terkait kehadiran layanan satelit orbit rendah (LEO), seperti Starlink, ASSI memandang teknologi ini bukan sebagai pesaing langsung. SNL, yang beroperasi di orbit geostasioner (GEO), tetap mempertahankan keunggulan spesifik.

Firdaus menjelaskan, keunggulan GEO meliputi kebutuhan kapasitas massal, cakupan luas yang stabil, dan kedaulatan data. Use case ini mencakup backhaul seluler skala besar, siaran nasional, serta konektivitas tetap bagi ribuan kantor layanan publik di daerah.

Satelit Nusantara Lima (SNL) akan sangat relevan sebagai infrastruktur strategis. Proyeksi bisnisnya solid, berfokus pada segmen layanan Business-to-Government (B2G) dan Business-to-Business (B2B) korporat. Dengan kolaborasi pemangku kepentingan, SNL diyakini menjadi pilar konektivitas nasional yang andal.