Rahasia Upgrade Galaxy S26 Kamera: Hardware Stagnan, Andalkan AI?

Rahasia Upgrade Galaxy S26 Kamera: Hardware Stagnan, Andalkan AI?
Sumber :
  • Samsung Mobile Press

Saat ini, perusahaan tampaknya sangat bergantung pada peningkatan pada Pemrosesan Sinyal Gambar (ISP). Mereka juga memanfaatkan peningkatan pada pemrosesan multi-bingkai dan teknik fotografi generatif berbasis AI. Pendekatan ini sesungguhnya tidak mengejutkan bagi para pengamat industri.

Exynos 2600 Samai Snapdragon 8 Gen 5 di Uji GPU Vulkan

Kekuatan Chipset Baru

Chipset Exynos 2600 yang dikabarkan menjadi otak Galaxy S26 Kamera memang santer diisukan memiliki tumpukan pencitraan yang jauh lebih baik. Peningkatan ini meliputi fusi HDR lima bingkai, pengambilan RAW 14-bit, dan video 8K 60 fps HDR10+ native. Dengan kemampuan hardware pemrosesan yang mumpuni, AI dapat bekerja lebih keras dan lebih agresif.

TV 8K Ternyata Tak Sehebat yang Dibayangkan? Ini Fakta Mengejutkannya!

Namun, penting untuk diingat bahwa perangkat lunak hanya dapat meregangkan kemampuan perangkat keras sampai batas tertentu. Jika hardware dasar tetap sama, peningkatan hasil bisa terasa seperti kompensasi cerdas, bukan kemajuan sejati.

Perbandingan Kritis: Hardware Stagnan vs. Revolusi Sensor Pesaing

Bocoran iPhone Fold: 7 Perbedaan Kunci dengan Galaxy Z Fold

Ketergantungan pada AI menjadi perhatian serius ketika kita membandingkannya dengan strategi kompetitor Android. Bukan berarti produsen lain tidak menerapkan penajaman berbasis AI yang agresif. Namun, setidaknya mereka melakukannya di atas tumpukan hardware kamera yang lebih ambisius.

Sebagai contoh nyata, kita bisa lihat Oppo Find X9 atau Vivo X300. Oppo Find X9 menyertakan pengaturan tiga kamera 50MP. Sementara itu, Vivo X300 hadir dengan kamera utama 200MP dan dua sensor 50MP terpisah untuk optical zoom dan ultrawide.

Resiko Menghadapi Persaingan

Dibandingkan dengan spesifikasi revolusioner tersebut, sensor telefoto 10MP dan ultrawide 12MP yang diperkirakan akan dibawa dari Galaxy S25 ke seri S26 terasa ketinggalan zaman. Sensor ini diharapkan digunakan pada model standar dan Plus. Angka ini sangat penting karena Samsung memiliki keahlian dan sumber daya untuk berbuat lebih baik.

Samsung seharusnya berinovasi terlebih dahulu pada tingkat sensor, baru kemudian menggunakan AI generatif untuk meningkatkan hasilnya. Mengandalkan algoritma semata untuk mengimbangi hardware yang dianggap usang dapat menjadi strategi berisiko di pasar flagship yang sangat kompetitif.

Dampak Jangka Panjang Strategi Kamera AI

Strategi Samsung dalam mempromosikan Galaxy S26 Kamera sepenuhnya mengandalkan kemampuan komputasi fotografi. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menawarkan peningkatan dramatis tanpa biaya produksi hardware baru yang masif. Hal ini memang menguntungkan dari segi efisiensi.

Halaman Selanjutnya
img_title