Isu Aplikasi Tokopedia Ditutup: Pedagang Ramai Pindah ke Shopee

Isu Aplikasi Tokopedia Ditutup: Pedagang Ramai Pindah ke Shopee
Sumber :
  • Istimewa

Siklus Pembaruan Keamanan Galaxy S21 Berakhir: Apa Dampaknya?
  • Pedagang Tokopedia mengeluhkan kenaikan biaya dan kurangnya perhatian manajemen pasca integrasi dengan TikTok Shop.
  • Isu viral menyebut aplikasi Tokopedia akan ditutup dan dialihkan sepenuhnya ke TikTok Shop.
  • Beberapa seller sudah mengambil langkah drastis, memilih mengalihkan operasional ke kompetitor seperti Shopee.

Inovasi JLab Blue XL: Headphone Raksasa yang Jadi Speaker Leher

Desas-desus mengenai penutupan aplikasi Tokopedia memicu gelombang kekecewaan masif di kalangan pedagang online. Sejak proses integrasi Tokopedia TikTok Shop bergulir, banyak seller Tokopedia menyuarakan keluhan serius. Mereka merasa tertekan terkait efisiensi biaya operasional dan kurangnya dukungan manajemen. Situasi ini mendorong para pedagang mengambil langkah drastis, yakni mengalihkan seluruh aktivitas penjualan mereka ke platform e-commerce kompetitor.

Mengapa Pedagang Tokopedia Kecewa Pasca Integrasi TikTok Shop?

Baseus PrimeTrip VR2 Max: Charger Mobil 4-in-1 Revolusioner

Salah satu pemicu utama keresehan adalah dugaan minimnya perhatian manajemen terhadap ekosistem penjual di Tokopedia. Pedagang merasa terpinggirkan setelah merger besar yang terjadi tahun lalu.

Seller bernama Rakha bahkan mengaku sudah memiliki firasat buruk sejak awal penggabungan. Ia memutuskan mengambil langkah drastis terhadap usahanya.

"Saya sudah feeling semenjak digabung ke TikTok Shop," ungkap Rakha, seorang pedagang online, kepada Bisnis (4/2/2026). Rakha menjelaskan bahwa potongan biaya atau seller fee di platform TikTok Shop dirasa semakin memberatkan. Dia kini telah memindahkan usahanya secara bertahap.

Biaya Operasional dan Dukungan Platform Berubah

Afif, seller Tokopedia lain yang masih bertahan, mengamini sentimen tersebut. Afif menilai dukungan platform terhadap penjual berubah signifikan setelah kemitraan Tokopedia dan TikTok Shop resmi berjalan.

Dia merasa manajemen saat ini mengesampingkan mereka yang masih loyal menggunakan aplikasi lama. Kekecewaan ini membuat Afif memutuskan menjajaki platform kompetitor, termasuk Shopee.

Menanggapi isu penutupan aplikasi Tokopedia, Afif menunjukkan kepasrahan. "Tutup saja. Pas gabung TikTok Shop, memang sudah kurang diperhatikan yang di Tokopedia. Sekarang mau coba di Shopee," tegasnya.

Respons TikTok Terhadap Isu Penutupan dan Komitmen Investasi

Keluhan para seller ini memuncak seiring beredarnya isu penutupan aplikasi Tokopedia. Isu tersebut sempat viral di media sosial X (Twitter).

Akun @ecommurz mengklaim mendapat bocoran internal Tokopedia mengenai rencana pengalihan total ke TikTok Shop. TikTok Shop kabarnya akan memiliki aplikasi terpisah sendiri.

Menanggapi rumor krusial ini, manajemen TikTok menegaskan kembali komitmen investasi mereka di Tokopedia dan pasar Indonesia. TikTok menyuntikkan dana sebesar US$1,5 miliar (sekitar Rp23 triliun) untuk mengakuisisi 75,01% saham Tokopedia pada awal Januari 2024.

"Kami terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia sebagai bagian dari strategi kami untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi yang berkelanjutan," ujar Manajemen TikTok. Namun, mereka tidak memberikan jawaban eksplisit mengenai kebenaran pemisahan atau penutupan aplikasi tersebut.

Analisis Dampak Jangka Panjang E-commerce Indonesia

Akuisisi ini bertujuan memperkuat posisi TikTok di pasar e-commerce paling strategis di Asia Tenggara. Data Momentum Works menunjukkan Indonesia menjadi pasar terbesar TikTok Shop.

Nilai Transaksi Bruto (GMV) platform tersebut mencapai sekitar US$6 miliar pada semester I/2025 saja. Keputusan seller untuk bermigrasi ini menunjukkan bahwa strategi integrasi Tokopedia TikTok Shop harus mempertimbangkan loyalitas dan kesejahteraan penjual lama.

Kelangsungan platform e-commerce pasca merger sangat bergantung pada kemampuan manajemen menjaga keseimbangan ekosistem. Mereka harus mampu menjawab kekhawatiran pedagang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.