Intel Serang Nvidia! GPU Baru untuk Server AI Segera Meluncur

Intel Serang Nvidia! GPU Baru untuk Server AI Segera Meluncur
Sumber :
  • Reuters

Eric Demmers: Senjata Rahasia Intel untuk Kalahkan Nvidia

Riset iCIO: 56% CEO Anggap Digital Strategis, Investasi Fokus AI

Salah satu langkah paling strategis Intel adalah perekrutan Eric Demmers, mantan eksekutif senior Qualcomm yang dikenal sebagai arsitek di balik chipset mobile performa tinggi. Sebagai Chief GPU Architect, Demmers akan langsung melapor ke Kevork Kechichian, bos divisi chip data center Intel.

Tan mengakui bahwa meyakinkan Demmers untuk bergabung bukan perkara mudah. “Saya sangat senang dia bergabung dengan saya,” ujarnya penuh antusiasme.

Huawei MatePad 11.5 Standard Edition Resmi Hadir, Harga Rp5,9 Juta dengan Bonus Rp2,8 Juta

Keberadaan Demmers menandakan bahwa Intel tidak hanya ingin membuat GPU tapi GPU yang benar-benar kompetitif dalam efisiensi energi, bandwidth memori, dan skalabilitas kluster, tiga pilar utama yang selama ini menjadi keunggulan Nvidia.

Kolaborasi dengan Pelanggan: Desain Berbasis Kebutuhan Nyata

Tulis Paper Jadi Mudah! Prism dari OpenAI Gabungkan LaTeX, AI, dan Kolaborasi Real-Time

Berbeda dengan pendekatan “build it and they will come”, Intel kini bekerja intensif dengan pelanggan data center untuk mendefinisikan spesifikasi GPU yang benar-benar dibutuhkan. Ini termasuk:

  • Kebutuhan bandwidth antar-chip
  • Efisiensi daya per watt
  • Kompatibilitas dengan framework AI seperti PyTorch dan TensorFlow
  • Dukungan untuk inferensi dan pelatihan model besar

Dengan pendekatan ini, Intel berharap GPU-nya tidak hanya cepat, tapi juga praktis, hemat biaya, dan mudah diintegrasikan ke infrastruktur yang sudah ada.

Ancaman dari Timur: Huawei dan “Strategi Orang Miskin” yang Mengkhawatirkan

Di tengah persiapannya melawan Nvidia, Intel justru mengungkap kekhawatiran lain: Huawei.

Meski terkena sanksi AS yang melarang akses ke software desain chip canggih seperti Cadence dan Synopsys, Huawei ternyata berhasil merekruit sekitar 100 desainer chip kelas dunia. Ketika ditanya mengapa mau bergabung dengan perusahaan yang “tools-nya terbatas”, jawaban mereka bikin merinding:

“Meskipun kami tidak punya akses ke tools terbaik... kami punya cara ‘orang miskin’ untuk melakukannya, dan kami bisa melakukannya.”

Tan memperingatkan bahwa Huawei hanya tertinggal sedikit dan berpotensi melompati pesaing jika tidak diwaspadai. Ini menunjukkan bahwa perang chip bukan hanya soal teknologi tapi juga ketahanan, inovasi di bawah tekanan, dan semangat nasionalisme teknologi.

Intel Foundry: Harapan Baru dari Bisnis Manufaktur

Selain GPU, bisnis pabrik chip (Intel Foundry) juga mulai menunjukkan tanda kebangkitan. Tan mengungkap bahwa beberapa pelanggan kini sedang berkolaborasi erat dengan Intel untuk teknologi manufaktur 14A, yang direncanakan mulai produksi massal akhir 2025.

Halaman Selanjutnya
img_title