Intel Serang Nvidia! GPU Baru untuk Server AI Segera Meluncur

Intel Serang Nvidia! GPU Baru untuk Server AI Segera Meluncur
Sumber :
  • Reuters

Gadget – Persaingan di industri semikonduktor memasuki babak baru yang jauh lebih intens. Intel, raksasa prosesor yang selama puluhan tahun mendominasi pasar PC, kini secara terbuka menyatakan niatnya menantang hegemoni Nvidia di pasar GPU (Graphics Processing Unit) untuk kecerdasan buatan (AI). Langkah ini bukan sekadar manuver pemasaran melainkan strategi eksistensial untuk merebut kembali relevansi di era AI yang didominasi oleh chip khusus.

Sensor Kamera Depan Huawei Kotak, Solusi Framing Swafoto Terbaik

Dalam pengumuman yang disampaikan langsung oleh CEO Intel Lip-Bu Tan di sela-sela Cisco AI Summit, perusahaan mengonfirmasi bahwa mereka sedang mengembangkan GPU khusus untuk pusat data (data center) AI, dengan fokus utama pada kebutuhan pelanggan enterprise global. Yang mengejutkan, Intel bahkan telah merekrut mantan eksekutif Qualcomm, Eric Demmers, sebagai Chief GPU Architect langkah agresif yang menunjukkan keseriusan mereka menyaingi arsitektur canggih seperti H100 dan Blackwell dari Nvidia.

Namun, di balik ambisi besar ini, Intel juga mengungkap kekhawatiran mendalam: ancaman dari Huawei, yang meski terkena sanksi ketat AS, justru berhasil merekrut ratusan insinyur chip top dunia dan berpotensi “melompat maju” dalam perlombaan teknologi.

Cek Harga! Diskon Huawei Flagship Februari 2026 Rp10 Juta

Artikel ini mengupas tuntas strategi Intel, profil tokoh kunci di balik GPU barunya, tantangan dari Nvidia, serta ancaman tak terduga dari China yang bisa mengubah peta kekuatan industri chip global.

Intel vs Nvidia: Pertarungan untuk Menguasai Infrastruktur AI Dunia

GPT-4o Dihapus! Pengguna ChatGPT Bereaksi: 'Kami Kehilangan Jiwa Percakapan'

Selama lima tahun terakhir, Nvidia menjadi tulang punggung revolusi AI. Chip GPU-nya terutama seri A100 dan H100 menjadi standar emas di hampir semua pusat data AI, dari Meta dan Google hingga startup generatif AI. Pangsa pasarnya mencapai lebih dari 80% di segmen akselerator AI.

Intel, yang selama ini fokus pada CPU, tertinggal jauh. Namun, dengan kepemimpinan baru di bawah Lip-Bu Tan, perusahaan kini bertransformasi total. GPU untuk data center AI bukan lagi opsi melainkan keharusan.
“Ini (pengembangan GPU) terkait erat dengan pusat data,” tegas Tan, menegaskan bahwa produk ini tidak ditujukan untuk gaming atau konsumen biasa, melainkan untuk pelanggan enterprise yang membutuhkan komputasi paralel skala besar.

Halaman Selanjutnya
img_title