Krisis Pasokan Semikonduktor Guncang Pasar, Harga Server Meroket 70%
- Istimewa
- Harga memori (DRAM dan HBM) naik hampir dua kali lipat, dengan kenaikan memori server mencapai 70% pada kuartal ini.
- Harga CPU server diprediksi meningkat 11% hingga 15% akibat kelangkaan dan kendala teknis produksi cip.
- Vendor PC besar (HP, Dell, Acer, Asus) mulai menjajaki pasokan cip memori dari China sebagai antisipasi pasar yang memburuk.
Pasar teknologi global kini menghadapi guncangan signifikan. Krisis Pasokan Semikonduktor memaksa pembeli komputer pribadi (PC) dan operator pusat data menelan pil pahit kenaikan harga perangkat serta keterbatasan pasokan komponen vital. Pergeseran fokus industri semikonduktor menuju dukungan beban kerja kecerdasan artifisial (AI) menjadi pemicu utamanya.
Vendor perangkat keras terpaksa menaikkan biaya bagi konsumen dan korporasi. Kenaikan ini terjadi di tengah persaingan sengit memperebutkan kapasitas produksi cip yang kini didominasi oleh permintaan infrastruktur AI.
Faktor Ganda Pemicu Kenaikan Harga Komponen
Laporan terbaru dari firma analis Omdia, Context, dan Counterpoint Research mengidentifikasi "pukulan ganda" yang melanda industri pada tahun ini: kelangkaan memori dan unit pemrosesan pusat (CPU). Situasi ini secara langsung mendorong lonjakan biaya operasional.
Menurut Cloud and Datacenter Market Snapshot dari Omdia, server pusat data menghadapi tantangan pasokan CPU dan memori secara bersamaan. Omdia memprediksi harga CPU server berpotensi meningkat tajam.
Proyeksi Kenaikan Harga CPU
Para analis memperkirakan harga CPU server akan meningkat antara 11% hingga 15%. Kenaikan ini merupakan konsekuensi langsung dari kekurangan pasokan yang terjadi.
Analis Omdia menjelaskan bahwa kendala ini berasal dari kompleksitas teknis dalam memindahkan volume produksi. Produsen kesulitan beralih melintasi node proses yang berbeda, seperti 3 nm atau 5 nm. Selain itu, hasil produksi yang lebih rendah dari perkiraan turut memperburuk ketersediaan komponen di pasaran.
Akselerasi Harga Memori: DRAM dan NAND Paling Terdampak
Meskipun kenaikan harga CPU signifikan, risiko terbesar bagi struktur biaya operasional justru datang dari sektor memori. Permintaan masif untuk cip kecerdasan artifisial (AI) telah mengalihkan fokus produksi dari komponen standar.
James Bates, Senior Retail Analyst Context, menjelaskan fenomena ini. Manufaktur memprioritaskan produksi untuk infrastruktur pusat data AI. Akibatnya, kapasitas produksi dialihkan dari komponen kelas konsumen menuju produk bermargin tinggi.
"Produsen mengalihkan kapasitas dari memori dan penyimpanan kelas konsumen menuju High-Bandwidth Memory (HBM) dan penyimpanan canggih yang diperlukan untuk beban kerja AI berskala besar," ujar Bates, dikutip dari The Register.
Lonjakan Biaya DRAM dan Penyimpanan
Biaya DRAM diperkirakan akan meningkat hampir dua kali lipat pada kuartal ini. Sementara itu, memori flash NAND, yang digunakan dalam penyimpanan solid-state, diproyeksikan naik lebih dari 30%.
Data Counterpoint Research mencatat, harga memori telah melonjak 80 hingga 90% tahun ini dibandingkan kuartal IV tahun sebelumnya. Komponen kunci seperti DRAM, NAND, dan HBM kini mencapai rekor harga tertinggi baru. Samsung Electronics dan SK hynix bahkan dilaporkan menaikkan harga memori server hingga 70% pada kuartal yang sama.
Dampak kenaikan harga mulai terasa seiring menipisnya inventaris lama. Data pasar Inggris menunjukkan harga rata-rata desktop konsumen di tingkat distributor naik hampir 8% secara tahunan (YoY).
Respon Strategis Vendor PC dan Efek Domino
Situasi pasokan yang kritis ini memaksa merek-merek PC besar mempertimbangkan langkah strategis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Laporan Nikkei Asia menyebutkan bahwa vendor terkemuka seperti HP, Dell, Acer, dan Asus sedang menjajaki opsi mengambil pasokan cip memori dari produsen China.
HP dan Dell dilaporkan telah memulai proses kualifikasi cip dari ChangXin Memory Technologies (CXMT). Mereka mengambil langkah ini sebagai antisipasi jika prospek pasar tidak membaik pada pertengahan tahun.
Dampak ke Pasar Konsumen
Efek domino dari kelangkaan memori tidak hanya menghantam PC dan server. Industri ponsel pintar juga mulai terpengaruh, dengan estimasi kenaikan harga 6 hingga 8%. Perusahaan cip besar, seperti Qualcomm dan Arm, memperingatkan potensi perlambatan penjualan dan pendapatan royalti akibat kurangnya memori yang memadai untuk perangkat konsumen.
Proyeksi Pasar di Tengah Dominasi Server AI
Permintaan untuk server AI secara khusus menunjukkan volume yang sangat masif. Omdia memperkirakan setidaknya 71.000 rak server dengan beban IT lebih dari 100 kW akan dikirimkan tahun ini. Angka ini sebagian besar didorong oleh kebutuhan sistem terintegrasi kelas atas, seperti NVL72 dari Nvidia.
Dominasi permintaan AI inilah yang memicu Krisis Pasokan Semikonduktor ini. Selama infrastruktur kecerdasan artifisial terus memprioritaskan HBM dan kapasitas produksi teratas, tekanan harga pada komponen memori dan CPU standar akan terus berlanjut, menekan margin keuntungan vendor dan meningkatkan biaya bagi pengguna akhir.