Exynos 2600 Hajar Snapdragon: Unggul 10% di Ray Tracing Benchmark
- Istimewa
- Chipset Exynos 2600 memimpin Basemark Ray Tracing Leaderboard, mengungguli pesaing utama dari Qualcomm.
- Performa Ray Tracing Exynos 2600 tercatat 10% lebih tinggi dari Snapdragon 8 Elite Gen 5.
- Keunggulan ini didorong oleh GPU Xclipse 960 berbasis arsitektur AMD RDNA 4 dan fabrikasi 2nm GAA Samsung.
- Samsung juga fokus pada manajemen termal baru, mengurangi resistensi panas hingga 16%.
Chipset ponsel flagship Samsung berikutnya, Exynos 2600, kembali mencuri perhatian di arena benchmark grafis global. Setelah sebelumnya tampil pada uji Vulkan GPU, kini Exynos 2600 secara resmi menduduki puncak Basemark Ray Tracing leaderboard. Faktanya, chipset ini sukses mengalahkan tawaran terbaik dari Qualcomm, Snapdragon 8 Elite Gen 5, dengan margin yang signifikan. Samsung menunjukkan bahwa mereka serius menggarap kembali performa grafis kelas atas pada perangkat seluler. Analis melihat ini sebagai sinyal kuat kebangkitan Exynos di pasar premium.
Analisis Skor: Exynos 2600 Unggul Hampir 10%
Berdasarkan hasil terbaru dari Basemark Ray Tracing, performa Exynos 2600 melampaui Snapdragon 8 Elite Gen 5 sekitar 10 hingga 15 persen. Pencapaian peringkat pertama ini sebagian besar berkat kekuatan GPU terbaru Samsung, Xclipse 960.
Data benchmark menunjukkan sebuah perangkat berlabel SM-S942B, yang diyakini merupakan varian standar Samsung Galaxy S26, mencatat skor luar biasa sebesar 8.262 poin. Sebagai perbandingan, chip Snapdragon 8 Elite Gen 5 pada perangkat BKQ-N49 (diduga Honor Magic8) hanya mencetak 7.527 poin. Dengan demikian, chip Samsung ini memimpin 9,76 persen dalam tes Ray Tracing spesifik tersebut. Selisih skor ini menunjukkan kemampuan rendering cahaya dan bayangan yang jauh lebih efisien.
Keunggulan Xclipse 960 dan RDNA 4
GPU memainkan peran krusial dalam keunggulan Ray Tracing ini. GPU Xclipse 960 menjadi GPU seluler pertama yang menggunakan arsitektur khusus AMD RDNA 4. Adopsi arsitektur ini memungkinkan lompatan generasi dalam kemampuan ray-tracing pada smartphone. Performa grafis yang superior ini akan sangat mempengaruhi pengalaman gaming kelas berat.
Inovasi Fabrikasi: Kekuatan Dibalik Performa Exynos
Sebagian besar peningkatan kinerja ini berasal dari desain fundamental Exynos 2600. Chipset ini menjadi prosesor smartphone pertama yang menggunakan proses manufaktur 2nm Gate-All-Around (GAA) milik Samsung.