Misteri Laut Dalam Argentina: 28 Spesies Baru dan Sampah Plastik

Misteri Laut Dalam Argentina: 28 Spesies Baru dan Sampah Plastik
Sumber :
  • Istimewa

Motorola Cepat! Ini Daftar Perangkat yang Terima Stable Android 16
  • Ilmuwan Schmidt Ocean Institute menemukan potensi 28 spesies baru di Laut Argentina.
  • Keanekaragaman hayati yang tinggi ini terpusat di sekitar terumbu karang Bathelia candida raksasa.
  • Penemuan laut dalam ini sekaligus mengungkap jejak sampah manusia (plastik dan kaset VHS) di kedalaman 2,4 mil.

Cek! Biaya Ganti Layar dan Motherboard iQOO 15 Ultra

Tim ahli biologi kelautan dari Schmidt Ocean Institute (SOI) baru-baru ini mengumumkan hasil eksplorasi mengejutkan di laut dalam Argentina. Mereka berhasil mengidentifikasi sedikitnya 28 potensi spesies baru Argentina, namun pada saat yang sama, tim menyaksikan ironi miris: sampah plastik buatan manusia sudah mencemari kedalaman ekstrem ini. Penemuan laut dalam ini mempertegas bahwa manusia hanya mengetahui sebagian kecil kehidupan samudra.

Menggunakan kapal riset canggih Falkor (also), para peneliti memang rutin menjelajahi wilayah terpencil. Laporan awal tahun 2026 ini menunjukkan kekayaan keanekaragaman hayati yang luar biasa, berbanding terbalik dengan kondisi polusi yang mendesak.

Cara Membersihkan Cache iPhone: Dorong Performa Maksimal di iOS 26

Mengurai Keajaiban Spesies Baru di Kedalaman Argentina

Para peneliti awalnya menargetkan rembesan dingin, yaitu area unik di dasar laut tempat gas metana keluar dan membentuk rantai makanan khusus bagi mikroba, cacing tabung, dan kerang. Meskipun tim hanya menemukan satu rembesan dingin yang aktif, konsentrasi kehidupan di sekitarnya sangat padat.

Keanekaragaman spesies yang sangat tinggi ini mengejutkan para ahli. Mereka tidak menyangka laut dalam Argentina menyimpan kekayaan kehidupan laut yang luar biasa.

Tim memperkirakan telah menemukan 28 spesies baru yang meliputi siput laut, anemon, landak laut, hingga cacing laut. Sebagian besar hewan ini hidup di terumbu karang Bathelia candida. Terumbu karang tersebut menjadi yang terbesar pernah diketahui, bahkan ukurannya hampir menyerupai Kota Vatikan.

Penampakan Ubur-ubur Hantu dan Bangkai Paus

Selain spesies kecil, tim juga mendokumentasikan penemuan makro yang dramatis. Mereka berhasil menemukan ubur-ubur yang sangat langka yang dikenal sebagai ubur-ubur hantu (Stygiomedusa gigantea).

Ubur-ubur ini sanggup tumbuh hingga sepanjang bus sekolah. Pemandangan ubur-ubur raksasa di kegelapan laut dalam memberikan perspektif berbeda tentang kehidupan bawah laut yang sering dianggap misterius.

Penemuan laut dalam penting lainnya adalah bangkai paus yang terbaring sekitar 2,4 mil di bawah permukaan. Bangkai paus tersebut kini bertransformasi menjadi habitat sementara yang subur, menopang kehidupan berbagai hewan seperti hiu, kepiting, dan organisme laut lainnya.

Rembesan Dingin dan Ironi Sampah Manusia

Tujuan awal ekspedisi Schmidt Ocean Institute adalah mempelajari rembesan dingin sebagai sumber energi kimia bagi ekosistem laut dalam. Para mikroba memakan zat kimia tersebut, dan selanjutnya menjadi santapan bagi biota lain seperti remis dan kerang.

Namun, yang paling mengejutkan adalah fakta bahwa jejak manusia sudah mencapai wilayah yang sangat dalam dan terpencil ini. Tim menemukan berbagai sampah yang sulit terurai.

Sampah tersebut meliputi kantong plastik, jaring ikan bekas, hingga kaset VHS lama. Objek-objek plastik ini nyaris utuh karena sulit terurai di lingkungan laut dalam yang dingin dan bertekanan tinggi.

Dampak Eksplorasi dan Urgensi Pelestarian

Direktur Eksekutif Schmidt Ocean Institute, Jyotika Virmani, menegaskan bahwa lautan masih menyimpan banyak misteri. Ia meyakini ruang hidup di laut jauh lebih luas, bahkan mungkin lebih banyak spesies yang hidup di sana dibandingkan di darat.

Virmani menjelaskan, lautan mengandung 98 persen ruang hidup di planet ini. Manusia baru mengetahui sebagian kecil dari total kehidupan laut.

Tim Schmidt Ocean Institute terus memperluas pemahaman kita tentang dunia laut. Mereka sebelumnya sudah menemukan cumi-cumi Antartika langka dan mengatalogkan lebih dari 100 spesies baru potensial di lepas pantai Chili. Penemuan laut dalam ini berfungsi sebagai pengingat kuat. Eksplorasi harus berjalan beriringan dengan upaya pelestarian. Melindungi ekosistem unik ini dari ancaman polusi, terutama sampah plastik, harus menjadi prioritas global.