APK Bukan Singkatan “Aplikasi”! Ini Arti Sebenarnya yang Harus Anda Tahu
- google play
Namun, tidak semua file ZIP bisa jadi APK. Agar sistem Android mengenali suatu file sebagai APK, ia harus berisi struktur folder dan file wajib tertentu, seperti:
- AndroidManifest.xml → menjelaskan identitas dan izin aplikasi
- classes.dex → berisi kode program yang dikompilasi
- Folder res/ → menyimpan gambar, layout, dan aset UI
- Folder assets/ → menyimpan data tambahan
Karena strukturnya berasal dari Java Archive (JAR), APK mewarisi banyak karakteristik format tersebut tapi dengan penyesuaian khusus untuk ekosistem Android.
Fakta menarik: Semua APK adalah ZIP, tapi tidak semua ZIP adalah APK.
Bagaimana APK Digunakan dalam Kehidupan Sehari-hari?
1. Instalasi via Google Play Store (Internal)
Saat Anda menekan tombol “Instal” di Play Store, Google secara otomatis mengunduh dan memasang file APK tanpa Anda sadari. Proses ini aman karena Google memindai APK dari malware sebelum didistribusikan.
2. Sideload dari Sumber Eksternal (Manual)
Pengguna juga bisa mengunduh file APK dari situs web pihak ketiga (misalnya APKMirror), lalu memasangnya secara manual. Fitur ini disebut sideloading, dan memerlukan izin khusus di pengaturan Android: “Sumber tidak dikenal”.
Meski berguna, sideloading berisiko tinggi jika APK berasal dari sumber tidak tepercaya bisa saja berisi spyware, adware, atau trojan.
APK vs IPA: Perbandingan Antar-Ekosistem
Mirip dengan APK di Android, sistem operasi iOS memiliki format instalasi sendiri bernama IPA (iOS App Store Package). Keduanya memiliki fungsi serupa, tapi dengan perbedaan mendasar:
- APK bersifat terbuka: bisa diinstal dari mana saja (dengan izin).
- IPA bersifat terkunci: hanya bisa diinstal via App Store atau proses developer resmi (kecuali perangkat di-jailbreak).
Inilah salah satu alasan mengapa Android dianggap lebih fleksibel, sementara iOS lebih ketat dalam kontrol keamanan.
Siapa yang Membuat File APK?
File APK biasanya dibuat oleh pengembang aplikasi menggunakan platform resmi Google: Android Studio. Setelah aplikasi selesai dikembangkan, developer akan:
- Mengompilasi kode
- Mengemas semua aset ke dalam satu bundel
- Menandatangani digital (signing) file APK
- Mengunggahnya ke Play Store atau mendistribusikannya langsung
Proses ini memastikan bahwa APK yang dihasilkan aman, utuh, dan siap dijalankan di jutaan perangkat Android di selur Dunia.