Çelebi Kucurkan Rp400 Miliar untuk Percepat Transisi GSE Listrik

Çelebi Kucurkan Rp400 Miliar untuk Percepat Transisi GSE Listrik
Sumber :
  • Istimewa

Solusi Manajemen Emisi Karbon, Alibaba Punya Energy Expert
  • Çelebi Aviation Indonesia mengalokasikan dana lebih dari Rp400 miliar untuk elektrifikasi peralatan.
  • Investasi ini berfokus pada pengadaan Ground Support Equipment (GSE) bertenaga listrik dan infrastruktur pengisian daya.
  • Tujuan utama penggunaan GSE Listrik adalah peningkatan efisiensi operasional dan penurunan emisi karbon di area bandara.
  • Fokus utama implementasi awal berlokasi di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Lenovo ThinkBook Ryzen AI 7: Laptop AI 50 TOPS Resmi Meluncur

Çelebi Aviation Investasi besar-besaran untuk mewujudkan operasional bandara yang lebih hijau dan efisien. Penyedia layanan

ground handling ini menggelontorkan dana lebih dari Rp400 miliar. Mereka mengalokasikan investasi tersebut khusus untuk pengadaan Ground Support Equipment (GSE) yang sepenuhnya bertenaga listrik. Selain itu, investasi tersebut juga mencakup pengembangan infrastruktur pengisian daya di Indonesia.

Captain Tsubasa 2: World Fighters Rilis 2026: Intip Gameplay Baru

Managing Director Çelebi Aviation Indonesia, Andy Dias, menegaskan teknologi berfungsi sebagai pondasi vital. Pondasi ini mendukung operasional bandara agar menjadi lebih efisien sekaligus berkelanjutan di masa depan. Perusahaan kini mengambil langkah nyata dengan mengadopsi penuh GSE Listrik.

Strategi Çelebi Aviation: Efisiensi Melalui Elektrifikasi Ground Handling

Penggunaan peralatan GSE berbasis listrik menawarkan berbagai keuntungan signifikan. Menurut Andy, peralatan modern ini secara langsung berkontribusi pada penurunan emisi karbon. Di sisi lain, penggunaan GSE Listrik secara drastis mengurangi tingkat kebisingan di area apron bandara.

Teknologi elektrifikasi juga meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan. Çelebi Aviation mengoptimalkan waktu turnaround pesawat melalui teknologi ini. Mereka juga meningkatkan aspek keselamatan serta memungkinkan pengelolaan sumber daya menjadi jauh lebih baik.

Dari perspektif pengelola bandara, adopsi teknologi ini menciptakan dampak positif. Operasional menjadi lebih lancar, pengalaman penumpang semakin baik, dan yang terpenting, daya saing jangka panjang bandara menguat.

Menghitung Untung Jangka Panjang

Sebagai penyedia layanan, Çelebi Aviation menanggung seluruh belanja modal awal (capital expenditure) untuk adopsi teknologi canggih ini. Belanja modal itu meliputi pengadaan GSE Listrik dan pembangunan fasilitas pengisian daya. Di Indonesia, alokasi dana telah mencapai lebih dari Rp400 miliar.

Meskipun investasi awal untuk GSE listrik relatif lebih tinggi dibandingkan peralatan konvensional, Çelebi meyakini keuntungan jangka panjang akan menutupi biaya tersebut. Perusahaan mencatat, total biaya kepemilikan (Total Cost of Ownership/TCO) GSE Listrik jauh lebih rendah. Hal ini terjadi karena kebutuhan perawatan minim, konsumsi energi efisien, dan keandalan operasional yang lebih baik. Efisiensi inilah yang membantu menutup investasi awal dan menciptakan nilai berkelanjutan.

Fokus Ekspansi dan Masa Depan Industri Penerbangan Hijau

Pada tahun ini, Çelebi Aviation Indonesia memfokuskan penguatan operasional di dua gerbang utama. Mereka memprioritaskan layanan di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, dan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Kedua bandara ini menjadi hub penting untuk menunjukkan komitmen elektrifikasi perusahaan.

Çelebi Aviation akan melanjutkan rencana ekspansi secara bertahap. Mereka menargetkan bandara-bandara strategis lain di Indonesia. Ekspansi ini akan menyesuaikan dengan kesiapan operasional internal serta kebutuhan pasar lokal yang terus berkembang.

Adopsi teknologi GSE Listrik secara masif ini menunjukkan tren global. Industri penerbangan nasional bergerak menuju operasi yang lebih ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan target penurunan emisi yang dicanangkan pemerintah dan otoritas bandara.