Tren Ponsel Lipat Menurun 2025: Penyebab dan Prospek 2026
- Istimewa
- Pengiriman panel layar lipat global merosot sekitar 4 persen pada tahun 2025.
- Tingginya harga jual dan isu durabilitas layar menjadi penghambat utama adopsi massal.
- Tahun 2026 diprediksi menjadi momentum kebangkitan jika produsen mampu menekan biaya produksi.
Pasar gadget global mencatat tren tak terduga tahun ini. Pengiriman ponsel lipat menurun pada 2025 setelah sempat menjadi primadona inovasi smartphone. Padahal, kategori ini sebelumnya diprediksi akan terus mendominasi segmen premium secara agresif.
Laporan terbaru dari Counterpoint Research mengungkapkan fakta mengejutkan. Pengiriman panel untuk perangkat layar lipat menyusut sekitar 4 persen. Kondisi ini berbanding terbalik dengan pertumbuhan pesat yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Penyebab Utama Fenomena Ponsel Lipat Menurun
Faktor ekonomi dan keraguan konsumen menjadi pemicu utama lesunya minat pasar. Konsumen saat ini cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uang untuk perangkat premium. Mereka mulai mempertimbangkan kembali nilai manfaat jangka panjang dibandingkan sekadar mengikuti tren.
Harga Tinggi dan Masalah Durabilitas
Harga ponsel lipat hingga kini masih berada di atas rata-rata smartphone flagship model datar. Kondisi ini membuat adopsi massal berjalan sangat lambat. Pengguna cenderung memilih ponsel konvensional yang lebih terjangkau namun memiliki performa setara.
Selain masalah biaya, faktor ketahanan layar masih menjadi momok bagi calon pembeli. Kekhawatiran akan biaya perbaikan yang mahal membuat banyak orang mengurungkan niat. Hal ini diperparah dengan berkurangnya variasi model baru yang rilis ke pasaran tahun ini.
Strategi beberapa produsen yang menahan peluncuran model terbaru turut memengaruhi visibilitas produk. Minimnya promosi dan pilihan membuat konsumen kurang terpapar pada keunggulan teknologi ini. Akibatnya, pangsa pasar ponsel lipat tertahan di angka 1,5 persen saja secara global.
Strategi Transformasi Menuju Arus Utama 2026
Meskipun saat ini ponsel lipat menurun, peluang untuk bangkit di tahun 2026 tetap terbuka lebar. Produsen perlu melakukan perombakan besar dalam strategi penetapan harga. Penurunan biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas menjadi kunci utama untuk menarik minat pembeli baru.
Peningkatan durabilitas layar harus menjadi prioritas pengembangan teknologi di masa depan. Jika produsen mampu menjamin masa pakai yang lebih lama, kepercayaan konsumen akan meningkat. Selain itu, integrasi aplikasi yang lebih mulus akan memberikan nilai tambah pada pengalaman multitasking pengguna.
Peluang kebangkitan juga bergantung pada bagaimana merek besar mengedukasi pasar. Jika mereka mampu menghadirkan kombinasi performa dan nilai guna yang nyata, tahun 2026 akan menjadi titik balik. Tanpa perubahan ini, ponsel lipat berisiko hanya menjadi produk niche bagi segmen pengguna tertentu.