Harga iPhone 18 Pro Tak Naik Meski Biaya Produksi Melambung?

Harga iPhone 18 Pro Tak Naik Meski Biaya Produksi Melambung?
Sumber :
  • Istimewa

Harga iPhone 18 Pro Tetap Stabil? Apple Lawan Lonjakan Biaya
  • Apple berencana mempertahankan harga dasar iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max agar tetap stabil.
  • Lonjakan harga komponen memori akibat permintaan infrastruktur AI tidak akan dibebankan langsung ke konsumen.
  • Strategi negosiasi agresif dengan Samsung dan SK Hynix menjadi kunci utama Apple menekan biaya produksi.
  • Pendapatan dari sektor layanan (Services) membantu Apple menyerap tekanan margin pada perangkat keras.

Baseus EnerGeek GT 21: Power Bank 2-in-1 dengan Charger 67W

Raksasa teknologi Apple dilaporkan akan mempertahankan harga iPhone 18 Pro tetap stabil meskipun biaya produksi global melonjak tajam. Analis Jeff Pu dari GF Securities mengungkapkan bahwa model kelas atas mendatang ini tidak akan mengalami kenaikan harga signifikan. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak mengingat permintaan infrastruktur AI sedang mengerek harga memori di seluruh dunia.

Strategi Apple Hadapi Kenaikan Harga Memori

Casio MRGB2100D-2A: G-Shock Mewah Rp73 Juta Rilis di AS

Apple saat ini sedang melakukan negosiasi intensif dengan pemasok utama seperti Samsung dan SK Hynix. Langkah ini bertujuan untuk meredam dampak kenaikan harga DRAM dan NAND yang terus merangkak naik. Selain itu, Apple juga menekan biaya pada komponen lain seperti panel layar dan modul kamera.

Perusahaan asal Cupertino ini mengubah siklus kontrak memori dari per semester menjadi per kuartal. Sistem baru ini memberikan fleksibilitas lebih tinggi bagi Apple untuk merespons fluktuasi harga pasar. Meskipun berisiko pada tahun 2026, langkah ini membuktikan kekuatan posisi tawar Apple dalam rantai pasokan global.

Estimasi Harga dan Varian iPhone 18 Pro

Jika laporan rantai pasokan ini akurat, iPhone 18 Pro akan memulai debutnya dengan harga $1.099. Sementara itu, varian iPhone 18 Pro Max tetap berada di angka $1.199 untuk konfigurasi dasar 256GB. Apple tampaknya lebih memilih untuk memangkas margin keuntungan jangka pendek demi menjaga loyalitas pengguna.

Strategi ini sangat masuk akal mengingat bisnis layanan Apple terus tumbuh pesat. Bisnis tersebut baru saja mencatatkan pendapatan lebih dari $30 miliar dalam satu kuartal saja. Keuntungan besar dari ekosistem digital ini mampu menutupi tekanan margin pada penjualan perangkat fisik atau hardware.

Proyeksi Pasar dan Dampak Industri

Langkah Apple ini tergolong berani di tengah peringatan dari IDC mengenai kenaikan harga smartphone global hingga 8%. Kompetitor utama seperti Samsung bahkan sudah memberikan sinyal terkait tekanan biaya produksi yang semakin berat. Apple justru memilih menggunakan skala ekonominya untuk melindungi harga jual ke konsumen akhir.

Halaman Selanjutnya
img_title