Realme Bantah Merger dengan Oppo dan Isu PHK Massal India
- Istimewa
- Realme secara resmi membantah rumor yang menyebut perusahaan akan merger kembali dengan Oppo.
- Manajemen mengklarifikasi bahwa pengurangan karyawan di India adalah bagian dari optimasi internal organisasi.
- Perusahaan menegaskan operasional retail, produk, dan layanan purna jual tetap berjalan normal tanpa gangguan.
- India tetap menjadi pasar prioritas Realme di luar China dengan komitmen investasi jangka panjang.
Manajemen Realme memberikan pernyataan tegas untuk menepis isu Realme merger Oppo yang belakangan santer terdengar. Selain membantah kabar penggabungan merek, produsen ponsel ini juga mengklarifikasi laporan terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di India pada Rabu (11/2/2026). Perusahaan menyatakan bahwa langkah tersebut murni merupakan penataan organisasi secara mandiri.
Strategi Optimasi Realme India dan Isu Pengurangan Staf
Pihak Realme menegaskan bahwa penyesuaian jumlah staf di India merupakan praktik industri yang lumrah terjadi. Mereka mengklaim langkah ini bertujuan untuk mencapai efisiensi organisasi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kebijakan internal tersebut tidak berkaitan dengan strategi merek smartphone lainnya.
Realme juga memastikan bahwa efisiensi ini tidak mengganggu kenyamanan konsumen setianya. Jaringan ritel dan layanan purna jual tetap beroperasi secara penuh untuk melayani jutaan pengguna. Perusahaan berkomitmen untuk terus menghadirkan teknologi yang mudah diakses oleh masyarakat luas.
Independensi Realme Sejak Tahun 2018
Meskipun Realme lahir sebagai sub-merek di bawah naungan Oppo, perusahaan telah memisahkan diri menjadi entitas independen sejak 2018. Walaupun awalnya berbagi sumber daya penelitian dan pengembangan (R&D), Realme kini memiliki infrastruktur sendiri. Langkah ini memperkuat posisi mereka dalam persaingan pasar global yang semakin kompetitif.
Sebelumnya, beredar kabar dari China yang menyebut Realme akan kembali ke bawah payung Oppo sebagai sub-merek. Rumor ini sempat memicu spekulasi bahwa fungsi pemasaran dan layanan akan dialihkan sepenuhnya ke jaringan Oppo. Namun, Realme membuktikan kemandiriannya dengan mempertahankan pusat riset dan layanan mandiri hingga saat ini.
Komitmen Jangka Panjang di Pasar Global
Pasar India tetap memegang peranan krusial bagi pertumbuhan bisnis Realme secara global. Sebagai pasar terbesar kedua setelah China, Realme terus memperkuat akar bisnisnya di wilayah tersebut. Mereka berjanji akan terus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan dan konsumen di sana.
Hingga saat ini, perusahaan masih fokus pada misi awal untuk melayani pasar anak muda dengan inovasi terkini. Dengan adanya klarifikasi terkait isu Realme merger Oppo ini, perusahaan berharap spekulasi liar di pasar dapat segera mereda. Fokus utama mereka sekarang adalah memperkuat ekosistem produk tanpa harus bergantung pada entitas lain.