Deretan Rudal Balistik Iran Terbaru yang Menggemparkan Dunia

Khorramshahr-4
Sumber :
  • ilustrasi

Menariknya, pada awal 2026, sistem ini dilaporkan telah ditempatkan di fasilitas bawah tanah yang sering disebut sebagai “missile city”. Langkah tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa Iran ingin menunjukkan kesiapan militernya.

Review Ugreen Finder Pro: Pelacak Super Kuat & Rechargeable

Penempatan di fasilitas bawah tanah juga dinilai sebagai strategi untuk melindungi sistem persenjataan dari serangan pendahuluan. Dengan kata lain, aspek pertahanan dan kelangsungan operasional menjadi prioritas.

Sejjil, Andalkan Bahan Bakar Padat

Strategi Tim Cook Apple: Berdialog dengan Donald Trump

Jika berbicara tentang kecepatan kesiapan peluncuran, maka Sejjil termasuk salah satu yang menonjol. Rudal ini menggunakan bahan bakar padat dua tahap.

Keunggulan bahan bakar padat adalah waktu persiapan yang lebih singkat dibandingkan bahan bakar cair. Artinya, rudal dapat diluncurkan lebih cepat ketika dibutuhkan. Selain itu, sistem dua tahap memungkinkan jarak tempuh yang lebih optimal.

Xiaomi Rilis Mijia Garment Steamer 2, Setrika Uap Canggih Anti-Bakteri

Tak hanya itu, Sejjil juga diklaim memiliki tingkat presisi lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. Kombinasi kecepatan dan akurasi inilah yang membuatnya menjadi bagian penting dalam arsenal Iran.

Fattah, Masuk Era Hipersonik

Perkembangan paling menarik datang dari rudal bernama Fattah. Iran menyebutnya sebagai rudal hipersonik. Secara umum, hipersonik berarti memiliki kecepatan lebih dari lima kali kecepatan suara.

Dengan kecepatan setinggi itu, sistem pertahanan udara konvensional akan menghadapi tantangan lebih besar untuk mendeteksi dan mencegatnya. Selain cepat, Fattah juga diklaim mampu bermanuver di fase akhir penerbangan, sehingga semakin sulit diprediksi.

Meski berbagai klaim masih menjadi bahan analisis para pengamat militer, kemunculan Fattah menandai ambisi Iran untuk masuk dalam kelompok negara yang mengembangkan teknologi rudal paling mutakhir.

Khorramshahr-5 dan Dugaan ICBM

Di sisi lain, muncul pula laporan mengenai kemungkinan pengembangan Khorramshahr-5. Beberapa media pro-militer menyebut rudal ini berpotensi memiliki jangkauan antar-benua atau ICBM, dengan jarak lebih dari 8.000 hingga 10.000 kilometer.

Apabila benar, maka kemampuan tersebut akan membawa Iran ke level yang berbeda, karena hanya sedikit negara yang memiliki rudal dengan jangkauan global. Namun hingga kini, belum ada verifikasi independen yang memastikan klaim tersebut.

Oleh karena itu, sejumlah analis menyarankan agar informasi ini disikapi dengan hati-hati, mengingat isu pertahanan sering kali bercampur dengan strategi komunikasi politik.

Halaman Selanjutnya
img_title