Lelang Frekuensi 700 MHz Macet, Ekspansi Jaringan 5G Terhambat?

Lelang Frekuensi 700 MHz Macet, Ekspansi Jaringan 5G Terhambat?
Sumber :
  • Istimewa

Headphone Zone x KZ Thunder Resmi Meluncur, IEM Hybrid Mewah!
  • Keterbatasan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz menjadi tantangan besar ekspansi 5G.
  • Indosat dan Telkomsel mencatatkan lonjakan ribuan unit BTS 5G sepanjang tahun 2025.
  • XL Axiata menargetkan layanan 5G merata di 88 kota dengan konsep blanket coverage.

Baterai 9.000mAh Jadi Tren, Ini Kapasitas Baterai Smartphone 2026

Operator seluler kini menghadapi tantangan berat dalam memperluas jangkauan jaringan 5G di Indonesia. Meski pembangunan infrastruktur terus berjalan masif, keterbatasan spektrum frekuensi menjadi hambatan yang nyata.

Pengamat telekomunikasi, Kamilov Sagala, menyoroti pentingnya ketersediaan pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Menurutnya, regulator harus segera bertindak agar ekosistem digital nasional tidak stagnan.

Koleksi Casio G-Shock Metal Red Dial Resmi Rilis Global

Tantangan Spektrum Frekuensi 700 MHz bagi Jaringan 5G di Indonesia

Kamilov menegaskan bahwa ekosistem 5G sulit berkembang secara masif tanpa lelang frekuensi 700 MHz. Saat ini, para pemilik BTS 5G sangat berharap pemerintah tidak menambah beban biaya frekuensi yang tinggi.

Regulator perlu memberikan perlindungan bisnis melalui efisiensi aturan yang sudah tidak relevan. Langkah ini penting untuk menjaga kesehatan industri telekomunikasi tetap kuat di tengah beban investasi yang besar.

Insentif Nyata untuk Keberlanjutan Industri

Pemerintah harus mempertimbangkan pemberian insentif nyata bagi para pelaku usaha. Kamilov menilai aturan yang terlalu membebani hanya akan menghambat akselerasi teknologi jaringan tetap tertutup (Jartup) maupun seluler.

Keberhasilan lelang frekuensi dengan nilai yang masuk akal akan menjadi stimulus bagi industri. Hal ini memastikan operator seluler memiliki ruang finansial untuk terus membangun infrastruktur baru.

Lonjakan Infrastruktur 5G Indosat dan Telkomsel

Meskipun terkendala spektrum, PT Indosat Tbk. (ISAT) menunjukkan pertumbuhan luar biasa. Perusahaan tersebut mengoperasikan 6.872 unit BTS 5G hingga akhir 2025, naik tajam dari hanya 107 unit pada tahun sebelumnya.

Manajemen Indosat menyatakan bahwa perluasan ini bertujuan memberikan pengalaman internet terbaik bagi pelanggan. Selain 5G, Indosat juga menambah 18.000 unit BTS 4G untuk memperkuat trafik data nasional.

Strategi Hyper 5G Milik Telkomsel

Setali tiga uang, Telkomsel juga mencatatkan kenaikan signifikan menjadi 5.300 unit BTS 5G pada akhir 2025. Perusahaan kini mengubah strategi dari fokus titik tertentu menjadi jangkauan berkelanjutan atau continuous coverage.

Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus agresif membangun teknologi ini. Namun, ia juga mengakui bahwa terbatasnya spektrum membuat pengembangan harus dilakukan secara hati-hati.

Strategi XL Axiata dan Masa Depan Jaringan 5G di Indonesia

PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) mengambil langkah berani dengan menargetkan layanan di 88 kota tahun ini. Melalui layanan XL Ultra 5G+, perusahaan mengusung konsep blanket coverage yang menyelimuti seluruh area kota.

CEO XLSMART, Rajeev Sethi, memastikan bahwa layanan mereka bukan sekadar 5G terbatas. Dengan cakupan yang luas, pelanggan dapat menikmati kecepatan internet optimal tanpa terputus-putus di area yang telah terjangkau.

Kesuksesan transformasi digital nasional kini bergantung pada kebijakan lelang spektrum pemerintah. Tanpa tambahan frekuensi yang memadai, percepatan perluasan jaringan 5G di Indonesia berisiko kehilangan momentum emasnya.