Inovasi Speaker Yamaha: Desain Radikal yang Mengubah Suara

Inovasi Speaker Yamaha: Desain Radikal yang Mengubah Suara
Sumber :
  • Istimewa

Bocoran Galaxy Buds 4 & Buds 4 Pro: Desain Baru, Fitur Canggih!
  • Yamaha Design Lab merilis empat prototipe speaker futuristik: Sail, Butterfly, Horn, dan Cristal.
  • Desain baru ini fokus meminimalkan pantulan suara dari permukaan meja untuk kejernihan maksimal.
  • Penggunaan material canggih seperti busa ROHACELL meningkatkan stabilitas getaran suara secara signifikan.

Phone Toaster: Cas dan Sterilkan HP Unik Mirip Pemanggang Roti

Yamaha Design Lab baru saja memperkenalkan inovasi speaker Yamaha terbaru yang mendobrak pakem desain audio konvensional. Melalui empat prototipe eksperimental, perusahaan asal Jepang ini berusaha mengatasi masalah klasik pantulan suara yang sering mengganggu kejernihan. Langkah ini bukan sekadar pembaruan estetika, melainkan upaya serius memadukan teknik presisi dengan ekspresi artistik.

Melawan Pantulan Suara dengan Inovasi Speaker Yamaha

FreeBuds Pro 5 Siap Meluncur Global 26 Februari, Ini Detailnya

Yamaha memahami bahwa speaker di atas meja sering menghasilkan suara terdistorsi akibat pantulan permukaan. Oleh karena itu, tim desainer mengubah total geometri unit speaker agar proyeksi audio lebih terarah. Pendekatan ini memastikan suara tetap jernih meskipun berada di lingkungan ruangan yang kompleks.

Selain itu, desain ini mengubah cara pengguna berinteraksi secara fisik dengan perangkat audio mereka. Audio tidak lagi dianggap sebagai keluaran statis, melainkan sebuah pengalaman spasial yang dinamis. Yamaha ingin setiap getaran suara memiliki tujuan dan arah yang jelas di dalam ruangan.

Konsep Sail: Interaksi Fisik dalam Audio

Konsep Sail menjadi sorotan utama karena bentuknya yang menyerupai layar kapal yang elegan. Di sini, desainer menggunakan diafragma berbahan busa ROHACELL yang digantung pada senar tegang. Material ringan ini sangat kaku dan tahan panas, sehingga mampu bergetar dengan tingkat efisiensi tinggi.

Hebatnya, pengguna bisa mengatur tegangan "layar" tersebut secara manual untuk mengubah karakter proyeksi suara. Interaksi taktil ini membuat pengalaman mendengarkan musik menjadi lebih partisipatif dan personal. Tuning suara kini bukan lagi soal memutar tombol digital, melainkan menyentuh fisik perangkat.

Konsep Butterfly dan Harmoni Organik

Sementara itu, Konsep Butterfly mengadopsi simetri organik dengan memposisikan unit driver secara saling membelakangi. Desain ini membiarkan bagian atas tetap terbuka untuk mengurangi efek pantulan permukaan yang tidak diinginkan. Hasilnya adalah distribusi suara yang lebih bebas dan alami ke segala arah.

Halaman Selanjutnya
img_title