Airttack One: Konsol Modular Magnetik untuk Kreator Masa Depan
- Istimewa
- Desain modular magnetik memungkinkan pengguna mengganti tata letak kontroler secara instan tanpa alat tambahan.
- Dilengkapi layar sentuh 1500-nit yang cerah dan antarmuka berbasis aplikasi untuk berbagai kebutuhan profesional.
- Mengintegrasikan sensor LiDAR dan kamera ganda guna mendukung alur kerja AR serta kontrol berbasis gerakan.
Dunia kreatif saat ini menuntut efisiensi tinggi, namun meja kerja sering kali penuh dengan berbagai kontroler yang membingungkan. Kreator harus berpindah dari Stream Deck, MIDI controller, hingga tablet gambar yang memakan banyak tempat. Menjawab tantangan tersebut, Airttack One hadir sebagai konsep konsol inovatif yang menyatukan semua fungsi tersebut dalam satu perangkat. Alat ini menawarkan revolusi modular yang memungkinkan pengguna mengubah fungsi kontroler hanya dalam hitungan detik.
Fleksibilitas Tanpa Batas dengan Sistem Airttack One
Desainer Alberto Cristino dan Mateus Otto menciptakan Airttack One dengan basis magnetik yang sangat fleksibel. Bagian dasarnya merupakan kisi-kisi soket melingkar yang mengalirkan daya serta data secara bersamaan. Pengguna cukup menempelkan modul perangkat keras seperti tombol, knob, joystick, hingga layar LCD kecil sesuai kebutuhan proyek.
Metode ini menghilangkan ketergantungan pada satu tata letak statis yang sering kali tidak relevan untuk semua aplikasi. Anda bisa menyusun tombol pemicu untuk sesi streaming langsung di pagi hari. Kemudian, Anda dapat mengubahnya menjadi roda jog dan tombol potong khusus untuk pengeditan video di malam hari. Semua transisi ini berlangsung mulus berkat pengunci magnetik yang presisi.
Teknologi Layar dan Integrasi Software Cerdas
Sisi perangkat lunak Airttack One beroperasi pada layar sentuh berkualitas tinggi dengan tingkat kecerahan 1500-nit. Layar ini memastikan visibilitas tetap tajam meski berada di bawah lampu studio yang sangat terang. Antarmukanya mengadopsi gaya iOS yang intuitif, lengkap dengan toko aplikasi pihak ketiga untuk memperluas fungsionalitas perangkat.
Selain itu, setiap aplikasi mampu mengirimkan tata letak uniknya sendiri ke modul fisik yang terpasang. Hal ini berarti knob dan layar yang sama akan berperilaku berbeda saat Anda membuka DaVinci Resolve, Ableton Live, atau Blender. Integrasi otomatis ini memangkas waktu pemetaan manual yang biasanya membuang banyak energi kreatif.