Banyak Pengguna Tak Sadar, Ini 3 Fitur Canggih Smartwatch Garmin yang Sering Diabaikan
- Garmin
Smartwatch Garmin dikenal sebagai salah satu perangkat andalan untuk olahraga dan kebugaran. Berbagai seri seperti Garmin Forerunner maupun Garmin Fenix menawarkan fitur lengkap yang dirancang untuk membantu pengguna mencapai target latihan. Namun demikian, tidak semua fitur tersebut benar-benar dimanfaatkan secara maksimal.
Sebagian besar pengguna justru hanya fokus pada fungsi dasar seperti menghitung langkah, memantau detak jantung, atau mencatat jarak lari. Padahal, ada sejumlah fitur penting yang sebenarnya bisa memberikan dampak besar terhadap performa dan keamanan saat beraktivitas. Berikut tiga fitur yang jarang digunakan, tetapi sebenarnya sangat membantu jika dipahami dan dioptimalkan.
Pertama adalah Body Battery. Sekilas, fitur ini terlihat sederhana karena hanya menampilkan angka dengan skala 0 hingga 100. Akan tetapi, di balik tampilannya yang simpel, Body Battery menyimpan analisis mendalam tentang kondisi tubuh. Fitur ini menggabungkan data detak jantung, tingkat stres, serta kualitas tidur untuk mengukur seberapa besar energi yang Anda miliki dalam satu waktu.
Artinya, pengguna bisa mengetahui kapan tubuh berada dalam kondisi prima dan kapan membutuhkan istirahat. Misalnya, jika skor menunjukkan angka rendah di pagi hari, itu bisa menjadi sinyal bahwa tubuh belum pulih sepenuhnya. Sebaliknya, jika angkanya tinggi, Anda dapat memanfaatkan momen tersebut untuk latihan intens.
Sayangnya, banyak orang mengabaikan informasi ini. Mereka tetap berolahraga keras meski kondisi tubuh belum optimal. Padahal, dengan memanfaatkan Body Battery, risiko overtraining dapat ditekan. Selain itu, performa latihan juga bisa lebih konsisten karena dilakukan saat tubuh benar-benar siap. Dengan kata lain, fitur ini bukan sekadar angka, melainkan panduan cerdas untuk mengatur energi harian.
Fitur kedua yang kerap luput dari perhatian adalah Training Readiness. Fitur ini tersedia pada beberapa model terbaru seperti Garmin Forerunner 965 dan Garmin Epix Gen 2. Training Readiness memberikan skor kesiapan latihan berdasarkan sejumlah parameter penting, mulai dari kualitas tidur, waktu pemulihan, HRV (heart rate variability), hingga beban latihan sebelumnya.
Menariknya, banyak pengguna hanya melihat data seperti pace, jarak, atau kalori yang terbakar. Padahal, rekomendasi kesiapan latihan justru dapat menjadi acuan utama sebelum memulai sesi olahraga. Sebagai contoh, jika skor menunjukkan kesiapan rendah, itu berarti tubuh masih dalam tahap pemulihan. Dalam kondisi seperti ini, latihan ringan atau istirahat aktif akan lebih bijak dibanding memaksakan diri.