Harga Nintendo Switch 2 Bakal Naik di 2026? Ini Pemicunya
- Istimewa
- Nintendo berencana menaikkan harga Nintendo Switch 2 pada tahun 2026 menyusul lonjakan harga komponen memori dunia.
- Fenomena "RAMmageddon" terjadi karena perusahaan raksasa teknologi memborong stok RAM untuk kebutuhan server kecerdasan buatan (AI).
- Meskipun penjualan konsol mencapai 17 juta unit, tekanan biaya produksi memaksa Nintendo untuk meninjau ulang strategi harga mereka.
Raksasa teknologi asal Jepang, Nintendo, membawa kabar kurang menyenangkan bagi para gamer terkait harga Nintendo Switch 2 di masa depan. Laporan terbaru dari Bloomberg menyebutkan bahwa perusahaan tersebut mempertimbangkan kenaikan harga konsol pada tahun 2026 mendatang. Meskipun saat ini masih dibanderol sekitar $449,99, label harga tersebut kemungkinan besar tidak akan bertahan lama.
Masalah utama kenaikan ini bukan terletak pada rendahnya angka penjualan unit konsol. Sebaliknya, Nintendo Switch 2 sukses besar dengan penjualan melampaui 17 juta unit, mengalahkan rekor peluncuran generasi pertamanya. Namun, industri kini menghadapi krisis komponen memori (DRAM) yang terserap habis oleh ambisi pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Penyebab Harga Nintendo Switch 2 Berpotensi Melonjak
Perusahaan besar seperti Microsoft, Meta, dan Amazon saat ini sedang jor-joran membangun pusat data AI yang masif. Mereka membutuhkan akselerator Nvidia yang memerlukan memori dalam jumlah sangat besar untuk beroperasi secara optimal. Akibatnya, satu rak server AI dapat mengonsumsi RAM setara dengan ribuan unit smartphone atau konsol game.
Kondisi ini menciptakan situasi yang oleh para analis disebut sebagai "RAMmageddon". Harga satu jenis DRAM dilaporkan melonjak hingga 75 persen hanya dalam waktu satu bulan saja. Pemasok utama seperti Samsung dan SK Hynix kini lebih memprioritaskan produksi memori untuk chip AI daripada sektor elektronik konsumen.
Dampak Luas pada Industri Konsol Game
Fenomena kelangkaan ini tidak hanya menekan Nintendo, tetapi juga merambat ke kompetitor lainnya di pasar global. Sony dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk menunda peluncuran PlayStation 6 hingga tahun 2028 atau 2029 guna menghindari biaya produksi yang mencekik.
Sementara itu, Microsoft sudah mulai menaikkan harga Xbox di beberapa wilayah, dan harga PS5 pun telah mengalami penyesuaian tahun lalu. Bahkan produsen kendaraan listrik seperti Tesla dan perusahaan gadget Apple telah memperingatkan para investor mengenai tekanan margin keuntungan akibat krisis memori ini.