Apple Siapkan Kacamata Pintar, Liontin AI, dan AirPods dengan Kamera!
- Apple
Gadget – Apple sedang membangun fondasi baru untuk masa depan kecerdasan buatan dan kali ini, Siri tidak hanya akan mendengar, tapi juga “melihat.” Berdasarkan laporan eksklusif dari Mark Gurman di Bloomberg, raksasa teknologi Cupertino tengah mengembangkan tiga perangkat wearable berbasis AI yang semuanya dilengkapi kamera untuk memberikan konteks visual kepada asisten virtualnya.
Perangkat tersebut meliputi:
- Smart glasses (kacamata pintar) tanpa layar AR
- Liontin AI seukuran AirTag dengan kamera dan mikrofon
- AirPods generasi baru dengan kamera resolusi rendah
Ketiganya dirancang dengan satu tujuan utama: menghubungkan dunia fisik ke Siri melalui penglihatan, sehingga asisten AI bisa memahami lingkungan pengguna secara real-time tanpa perlu menyentuh layar.
Artikel ini mengupas detail pengembangan, fitur unik, strategi Apple melawan Meta, serta implikasi besar terhadap cara kita berinteraksi dengan teknologi di masa depan.
Smart Glasses Apple: Tanpa Layar, Tapi Penuh Konteks
Berbeda dengan visi populer tentang augmented reality (AR) yang menampilkan teks melayang atau hologram, Apple justru mengambil pendekatan minimalis pada iterasi pertama kacamata pintarnya.
Menurut Gurman, versi awal Apple Smart Glasses tidak akan memiliki layar sama sekali. Tidak ada notifikasi mengambang, tidak ada antarmuka visual di depan mata. Sebaliknya, perangkat ini akan mengandalkan:
- Kamera resolusi tinggi
- Mikrofon sensitif
- Sensor tambahan (kemungkinan besar depth atau LiDAR ringkas)
- Speaker terintegrasi
Semua data visual akan dikirim ke iPhone, lalu diproses oleh sistem AI untuk memberikan respons kontekstual.
Contohnya:
- Pengguna menatap sebuah bangunan → “Siri, apa sejarah gedung ini?”
- Melihat hidangan di restoran → “Apa saja bahan dalam makanan ini?”
- Berada di stasiun kereta → “Ingatkan aku turun di halte ketiga.”
Ini adalah komputasi berbasis konteks, bukan sekadar komputasi berbasis perintah.
Produksi diperkirakan dimulai akhir 2026, dengan peluncuran resmi 2027. Apple juga disebut merancang sendiri bingkai kacamatanya, tanpa kolaborasi dengan merek fesyen berbeda dengan pendekatan Meta-Ray-Ban yang sukses secara komersial.
Prototipe awal bahkan masih menggunakan kabel ke iPhone dan baterai eksternal, tetapi versi terbaru diklaim sudah semua komponen tertanam di frame, menjadikannya lebih elegan dan siap pakai.
Liontin AI: Asisten Visual yang Selalu Menemani
Jika kacamata terlalu mencolok, Apple punya alternatif: liontin AI seukuran AirTag.
Perangkat kecil ini bisa:
- Digantung sebagai kalung
- Dikaitkan ke pakaian atau tas
- Beroperasi sebagai “mata kedua” untuk Siri
Dilengkapi kamera dan mikrofon, liontin ini akan terus-menerus (atau saat diaktifkan) mengirim data visual ke iPhone. Fungsinya mirip seperti lifelogging camera, tetapi dengan tujuan spesifik: memperkaya interaksi dengan Siri.
Misalnya, saat berbelanja, pengguna bisa bertanya:
“Siri, apakah merek ini ramah lingkungan?”
Atau saat bertemu seseorang:
“Siapa nama orang ini? Apakah kami pernah bertemu sebelumnya?”
Bloomberg memperkirakan perangkat ini bisa rilis secepatnya tahun depan (2026) lebih cepat dari kacamata pintar.
AirPods dengan Kamera: Bukan untuk Foto, Tapi untuk Memahami Dunia
Salah satu ide paling mengejutkan adalah penambahan kamera pada AirPods. Namun, jangan bayangkan selfie atau video call.
Kamera ini beresolusi rendah, dan tidak dimaksudkan untuk mengambil gambar. Fungsinya murni analitis:
- Mendeteksi objek di sekitar pengguna
- Membantu navigasi buta
- Memberikan umpan balik audio berbasis visual (misalnya, “Ada tangga di depan Anda”)
Ini sangat relevan untuk aksesibilitas, terutama bagi pengguna tunanetra atau low vision. Tapi juga berguna untuk semua orang misalnya, saat mencari barang di meja yang penuh, cukup ucapkan:
“Siri, di mana kunciku?”
Apple telah lama bereksperimen dengan integrasi sensor di earbud, dan kini tampaknya siap membawa konsep itu ke level berikutnya.
Strategi Apple: AI yang Melekat pada Tubuh, Bukan Hanya di Ponsel
Yang menarik dari pendekatan Apple adalah filosofi desainnya:
“AI tidak hanya duduk di ponselmu. Ia akan duduk di tubuhmu.”
Alih-alih meluncurkan satu produk revolusioner, Apple memilih strategi bertahap:
- Perangkat wearable ringan (liontin, AirPods) → adopsi cepat
- Kacamata pintar tanpa layar → transisi ke AR penuh
- True AR glasses dengan display → masih “bertahun-tahun lagi”
Semua perangkat ini terpusat pada iPhone sebagai otak pemrosesan, menjaga ekosistem tertutup Apple tetap utuh.
Selain itu, Apple juga dikabarkan mengintegrasikan model AI Google Gemini untuk memperkuat kemampuan pemahaman bahasa alami langkah yang menunjukkan bahwa Apple sadar: perang AI bukan hanya soal hardware, tapi juga software dan data.
Tantangan dan Pertanyaan Etis
Namun, inovasi ini tidak lepas dari tantangan besar:
- Privasi: Perangkat dengan kamera terus-menerus aktif berpotensi menimbulkan kekhawatiran pengawasan (surveillance).
- Penerimaan sosial: Apakah orang nyaman memakai kamera di wajah atau dada mereka sepanjang hari?
Ketergantungan pada iPhone: Semua fitur hanya bekerja jika iPhone tersedia membatasi fleksibilitas.
Apple kemungkinan akan merespons dengan fitur seperti:
- Indikator LED saat kamera aktif
- Mode “privasi total” yang mematikan sensor
- Enkripsi end-to-end untuk data visual
Tapi tetap, keberhasilan produk ini akan ditentukan oleh kepercayaan publik bukan hanya spesifikasi teknis.
Apple vs Meta: Pertarungan di Pasar Wearable AI
Peluncuran smart glasses Apple jelas menjadi tantangan langsung bagi Meta, yang telah menjual Ray-Ban Meta sejak 2023. Meski tidak memiliki AR, kacamata Meta sukses karena:
- Desain modis
- Integrasi Instagram & Facebook
- Harga relatif terjangkau (~$299)
Apple, dengan harga premium yang diprediksi di atas $1.000, harus menawarkan nilai unik: keamanan, integrasi iOS, dan keandalan AI. Jika berhasil, Apple bisa merebut segmen high-end tempat Meta belum kuat.
Kesimpulan: Era Komputasi Kontekstual Telah Dimulai
Apple tidak sedang membangun mainan futuristik. Ia sedang mendefinisikan ulang interaksi manusia dengan teknologi dari layar sentuh ke pengalaman yang tak terlihat namun intuitif.
Dengan kacamata, liontin, dan AirPods berkamera, Siri akan berubah dari asisten reaktif menjadi partner proaktif yang memahami dunia di sekitar Anda.
Dan meski peluncurannya masih 1–2 tahun lagi, satu hal pasti:
Masa depan AI itu bukan hanya cerdas tapi juga melihat.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |