DDR5 Makin Mahal! Kini Harganya Tembus $16 per GB, Ini Penyebabnya
- Samsung
Gadget – Dunia teknologi sedang menghadapi tekanan besar akibat lonjakan harga memori DDR5, yang kini mencapai $12–$16 per gigabyte menurut data terbaru dari Framework, perusahaan terkenal dengan laptop dan desktop modular-nya. Angka ini bukan sekadar fluktuasi pasar melainkan cerminan dari badai sempurna yang dipicu oleh ledakan industri kecerdasan buatan (AI), kelangkaan pasokan chip, dan meningkatnya biaya produksi global.
Dalam pembaruan harga bulanan terbarunya, Framework secara transparan mengungkap bahwa kit memori DDR5 berkapasitas besar kini jauh lebih mahal dibanding beberapa bulan lalu. Bahkan, perusahaan yang dikenal karena komitmennya pada transparansi dan keberlanjutan ini mengakui: mereka pun kesulitan menahan laju kenaikan harga.
Artikel ini mengupas penyebab kenaikan harga DDR5, dampaknya bagi konsumen, respons unik Framework, serta proyeksi ke depan di tengah “demam AI” yang tak kunjung reda.
Penyebab Utama: Ledakan Permintaan AI dan Kelangkaan Chip
Kenaikan harga DDR5 tidak terjadi dalam ruang hampa. Menurut Framework, dua faktor utama mendorong lonjakan ini:
1. Permintaan AI yang Tak Terkendali
Industri AI dari raksasa teknologi hingga startup membutuhkan infrastruktur komputasi berkekuatan tinggi, yang sangat bergantung pada memori berkecepatan tinggi seperti DDR5. Server pelatihan AI, workstation desain chip, dan bahkan PC high-end kini semuanya menggunakan DDR5 sebagai standar baru.
Akibatnya, permintaan global melampaui kapasitas produksi, menciptakan tekanan inflasi di seluruh rantai pasok.
2. Lonjakan Harga Chip 128 Gbit
Framework menyoroti bahwa chip memori 128 Gbit komponen inti dalam modul DDR5 berkapasitas tinggi mengalami kenaikan harga paling tajam. Delapan chip ini bisa dirakit menjadi satu kit 128GB, yang kini harganya naik signifikan dibanding awal 2025.
“Kenaikan ini tidak merata. Kapasitas besar seperti 128GB terpukul paling keras,” tulis Framework dalam catatan internal yang dibagikan ke publik.
Strategi Harga Framework: Transparansi di Tengah Krisis
Di tengah gejolak pasar, Framework memilih pendekatan yang jarang ditemui di industri teknologi: transparansi total.
Perusahaan ini menjelaskan bahwa harga DDR5-nya didasarkan pada rata-rata tertimbang (weighted mean cost) dari biaya yang mereka bayarkan ke pemasok. Artinya: