DDR5 Makin Mahal! Kini Harganya Tembus $16 per GB, Ini Penyebabnya

DDR5 Makin Mahal! Kini Harganya Tembus $16 per GB, Ini Penyebabnya
Sumber :
  • Samsung

Gadget – Dunia teknologi sedang menghadapi tekanan besar akibat lonjakan harga memori DDR5, yang kini mencapai $12–$16 per gigabyte menurut data terbaru dari Framework, perusahaan terkenal dengan laptop dan desktop modular-nya. Angka ini bukan sekadar fluktuasi pasar melainkan cerminan dari badai sempurna yang dipicu oleh ledakan industri kecerdasan buatan (AI), kelangkaan pasokan chip, dan meningkatnya biaya produksi global.

Kebocoran Besar: Ekspansi Laptop Honor 2026, Sasar Performa

Dalam pembaruan harga bulanan terbarunya, Framework secara transparan mengungkap bahwa kit memori DDR5 berkapasitas besar kini jauh lebih mahal dibanding beberapa bulan lalu. Bahkan, perusahaan yang dikenal karena komitmennya pada transparansi dan keberlanjutan ini mengakui: mereka pun kesulitan menahan laju kenaikan harga.

Artikel ini mengupas penyebab kenaikan harga DDR5, dampaknya bagi konsumen, respons unik Framework, serta proyeksi ke depan di tengah “demam AI” yang tak kunjung reda.

Apple Siap Bayar Mahal untuk RAM iPhone 17 Pro, Ini Alasan di Baliknya

Penyebab Utama: Ledakan Permintaan AI dan Kelangkaan Chip

Kenaikan harga DDR5 tidak terjadi dalam ruang hampa. Menurut Framework, dua faktor utama mendorong lonjakan ini:

SSD SATA Akan Punah? Samsung Umumkan Penghentian Produksi Mulai 2026

1. Permintaan AI yang Tak Terkendali
Industri AI dari raksasa teknologi hingga startup membutuhkan infrastruktur komputasi berkekuatan tinggi, yang sangat bergantung pada memori berkecepatan tinggi seperti DDR5. Server pelatihan AI, workstation desain chip, dan bahkan PC high-end kini semuanya menggunakan DDR5 sebagai standar baru.

Akibatnya, permintaan global melampaui kapasitas produksi, menciptakan tekanan inflasi di seluruh rantai pasok.

2. Lonjakan Harga Chip 128 Gbit
Framework menyoroti bahwa chip memori 128 Gbit komponen inti dalam modul DDR5 berkapasitas tinggi mengalami kenaikan harga paling tajam. Delapan chip ini bisa dirakit menjadi satu kit 128GB, yang kini harganya naik signifikan dibanding awal 2025.

“Kenaikan ini tidak merata. Kapasitas besar seperti 128GB terpukul paling keras,” tulis Framework dalam catatan internal yang dibagikan ke publik.

Strategi Harga Framework: Transparansi di Tengah Krisis

Di tengah gejolak pasar, Framework memilih pendekatan yang jarang ditemui di industri teknologi: transparansi total.

Perusahaan ini menjelaskan bahwa harga DDR5-nya didasarkan pada rata-rata tertimbang (weighted mean cost) dari biaya yang mereka bayarkan ke pemasok. Artinya:

Jika biaya naik, harga ke konsumen juga naik tapi tanpa markup berlebihan.

Dalam beberapa kasus, harga Framework bahkan sedikit di bawah pasar untuk menjaga aksesibilitas.
Yang lebih mengejutkan: Framework mendorong pelanggannya untuk berbelanja di tempat lain jika menemukan harga lebih murah dari penjual tepercaya.

“Kami tidak ingin Anda membayar lebih hanya karena setia pada merek kami,” demikian nada terbuka yang mereka sampaikan suatu langkah langka di era penuh lock-in ecosystem.

Upaya Menahan Harga: 32GB dan 64GB Masih Relatif Stabil

Meski tren umum menunjukkan kenaikan, Framework berusaha menstabilkan harga untuk kapasitas populer seperti 32GB dan 64GB. Mereka menyebut telah bernegosiasi keras dengan pemasok untuk menjaga harga kedua ukuran ini sedekat mungkin dengan level sebelumnya.

Namun, mereka juga mengingatkan: “Ini adalah upaya maksimal bukan jaminan.” Jika tekanan pasar terus meningkat, bahkan kapasitas menengah ini bisa ikut terkerek naik.

Dampak bagi Konsumen: Era “RAM Mahal” Telah Tiba

Bagi pengguna biasa, kenaikan ini berarti:

  • Upgrade RAM jadi lebih mahal, terutama untuk workstation atau PC gaming high-end.
  • PC modular seperti Framework Laptop 16 atau Desktop Edition kini memerlukan anggaran tambahan untuk konfigurasi memori tinggi.
  • Alternatif seperti DDR4 mulai terlihat menarik lagi, meski dengan kompromi performa.

Dengan harga $16 per GB, satu kit 64GB DDR5 kini bisa menelan biaya sekitar $1.024 (±Rp16 juta) jumlah yang signifikan bahkan bagi profesional teknologi.

Proyeksi ke Depan: Kapan Harga DDR5 Akan Turun?

Sayangnya, tidak ada tanda-tanda penurunan dalam waktu dekat. Framework memperkirakan bahwa selama permintaan AI terus tumbuh dan investasi pabrik chip baru belum mencapai skala penuh, harga DDR5 akan tetap tinggi bahkan berpotensi naik lebih jauh.

Beberapa analis memprediksi bahwa penyeimbangan pasar baru terjadi pada akhir 2026 atau awal 2027, ketika pabrik memori generasi baru (seperti fab Micron di AS atau Samsung di Korea) mulai beroperasi penuh.

Kesimpulan: Transparansi sebagai Tameng di Tengah Badai

Framework tidak bisa menghentikan kenaikan harga DDR5 tapi mereka bisa mengontrol cara mereka meresponsnya. Dengan memilih keterbukaan, kejujuran, dan empati kepada pelanggan, mereka menunjukkan bahwa etika bisnis masih relevan bahkan di tengah krisis pasokan global.

Bagi konsumen, pesannya jelas:
Jika Anda butuh DDR5 besar sekarang, siapkan anggaran ekstra. Tapi jika bisa menunda, pertimbangkan menunggu hingga pasar stabil atau cari alternatif yang lebih hemat.

Satu hal yang pasti: di era AI ini, memori bukan lagi komponen murah melainkan aset strategis yang harganya ditentukan oleh algoritma, bukan hanya oleh transistor.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget