Waspada! Galaxy S26 Ultra Palsu Dijual Rp1 Juta Jelang Rilis
- Istimewa
- Muncul replika Galaxy S26 Ultra di Instagram dengan harga hanya $72 atau sekitar Rp1,1 jutaan.
- Perangkat klon ini memiliki desain fisik yang sangat mirip dengan bocoran render asli Samsung.
- Spesifikasi internal sangat rendah, hanya menggunakan RAM 3GB dan penyimpanan 16GB.
- Samsung baru akan merilis Galaxy S26 Ultra resmi pada acara Galaxy Unpacked, 25 Februari mendatang.
Dunia gadget mendadak gempar setelah kemunculan unit Galaxy S26 Ultra yang dijual sangat murah. Meskipun Samsung belum meluncurkan produk flagship tersebut secara resmi, versi klon atau replikanya sudah beredar luas di media sosial.
Penjual menawarkan perangkat ini dengan harga fantastis, yakni hanya $72 atau setara Rp1,1 jutaan. Padahal, perangkat asli Samsung diprediksi akan memiliki harga belasan hingga puluhan juta rupiah. Fenomena ini tentu menjadi peringatan bagi konsumen agar tidak tergiur harga murah yang tidak masuk akal.
Membongkar Spesifikasi Galaxy S26 Ultra Versi Klon
Sebuah video viral di Instagram menunjukkan betapa miripnya desain Galaxy S26 Ultra palsu ini dengan bocoran aslinya. Dari sisi estetika, tata letak kamera belakang hingga pilihan wallpaper tampak identik dengan rumor yang beredar di internet.
Namun, kemiripan tersebut hanya sebatas tampilan luar semata. Saat ditinjau lebih dalam, spesifikasi teknis ponsel ini sangat memprihatinkan dan jauh dari standar flagship.
Perbedaan Mencolok Hardware dan Fitur AI
Berdasarkan laporan yang ada, ponsel replika ini hanya dibekali RAM 3GB dan memori internal 16GB. Kapasitas ini bahkan lebih rendah daripada ponsel kelas entry-level zaman sekarang. Meskipun penjual mengeklaim dukungan jaringan 5G, performa aslinya dipastikan sangat lambat.
Selain itu, pembeli tidak akan mendapatkan ekosistem canggih Samsung. Fitur unggulan seperti Galaxy AI, pemrosesan kamera yang tajam, hingga jaminan pembaruan sistem operasi selama bertahun-tahun dipastikan absen dari perangkat murah ini.
Ancaman Pasar Gelap dan Jadwal Rilis Resmi
Kehadiran replika sebelum peluncuran resmi bukanlah hal baru di industri teknologi. Para produsen ponsel palsu sering memanfaatkan momentum bocoran desain untuk menipu pembeli yang kurang teliti atau sekadar mencari gengsi dengan modal kecil.