Bocoran Email Bongkar Rencana Amazon Bangun Jaringan Pengawasan Massal via Ring
- 404 Media
Gadget – Sebuah laporan investigatif oleh 404 Media baru-baru ini mengungkap dugaan rencana besar Amazon melalui anak perusahaannya, Ring, untuk membangun jaringan pengawasan berbasis AI yang menjangkau seluruh lingkungan perumahan. Informasi ini muncul setelah bocornya sejumlah email internal yang menunjukkan bahwa fitur-fitur yang awalnya dipasarkan sebagai alat keamanan rumah tangga seperti pencarian hewan peliharaan mungkin hanya langkah awal dari visi yang jauh lebih luas: “menjadikan tingkat kejahatan nol di lingkungan perumahan.”
Pernyataan tersebut bukan retorika biasa. Dalam email kepada staf tak lama setelah peluncuran fitur “Search Party” pada Oktober 2025, pendiri Ring Jamie Siminoff menyebut inovasi ini sebagai “yang paling revolusioner dalam sejarah Ring” dan mengisyaratkan potensinya untuk menjadi tulang punggung sistem keamanan berbasis AI di masa depan.
Namun, janji “lingkungan bebas kejahatan” ini justru memicu kekhawatiran serius dari para ahli privasi, aktivis hak digital, dan anggota parlemen terutama mengingat sejarah panjang kemitraan Ring dengan ratusan departemen kepolisian di AS.
Artikel ini mengupas tuntas dokumen bocor, fitur kontroversial, implikasi privasi, serta pertanyaan besar: apakah kita sedang menuju era di mana tetangga kita saling mengawasi dengan dukungan AI Amazon?
Search Party: Dari Cari Anjing Hilang ke Jaringan Deteksi Massal?
Fitur Search Party, yang diluncurkan pada Oktober 2025, secara resmi dirancang untuk membantu pengguna menemukan hewan peliharaan yang hilang. Caranya? Dengan menghubungkan kamera Ring di sekitar lingkungan dan menggunakan AI untuk mengenali hewan tertentu berdasarkan foto yang diunggah pemiliknya.
Fitur ini aktif secara default artinya, setiap pengguna Ring secara otomatis ikut serta dalam jaringan deteksi lokal, kecuali mereka secara manual menonaktifkannya.
Dalam iklan Super Bowl-nya, Ring mempromosikan Search Party sebagai solusi emosional untuk keluarga yang kehilangan hewan kesayangan. Namun, kritik langsung bermunculan. Para pengamat menilai teknologi yang mampu melacak hewan berdasarkan ciri visual juga bisa dengan mudah diadaptasi untuk melacak manusia terutama jika dikombinasikan dengan fitur lain seperti “Familiar Faces”, yang menggunakan pengenalan wajah untuk mengidentifikasi orang yang “dikenal” (misalnya keluarga atau teman).