Samsung SDI Jual Saham Rp109 Triliun Demi Baterai Solid-State

Samsung SDI Jual Saham Rp109 Triliun Demi Baterai Solid-State
Sumber :
  • Istimewa

One UI 8.5 Beta: Bixby Makin Cerdas dengan Integrasi Perplexity
  • Samsung SDI mempertimbangkan penjualan 15,2% saham di Samsung Display.
  • Nilai aset tersebut mencapai 10 triliun won atau setara Rp109 triliun.
  • Dana hasil penjualan akan mendanai pengembangan baterai solid-state dan sistem penyimpanan energi (ESS).
  • Strategi ini merespons perlambatan pasar kendaraan listrik (EV) global.

Samsung Jaringan 6G Tembus 3 Gbps, Teknologi X-MIMO Jadi Kunci

Samsung SDI saat ini tengah menyiapkan langkah besar untuk mendominasi pasar energi masa depan. Perusahaan manufaktur baterai milik Samsung Group ini mempertimbangkan untuk melepas seluruh kepemilikan sahamnya di Samsung Display. Langkah berani ini bertujuan untuk mengamankan likuiditas besar guna mempercepat riset baterai solid-state yang lebih aman dan efisien.

Urgensi Divestasi Saham Samsung SDI

Update One UI 8.5 Beta 6 Muncul, Kapan Versi Stabil Rilis?

Berdasarkan laporan industri terbaru, kepemilikan saham sebesar 15,2 persen tersebut memiliki nilai buku yang sangat fantastis. Pelepasan aset ini dapat mencairkan modal segar sekitar $6,9 miliar atau hampir Rp110 triliun. Modal jumbo ini menjadi sangat krusial di tengah tantangan ekonomi global yang menekan industri baterai.

Saat ini, permintaan kendaraan listrik (EV) global memang sedang mengalami normalisasi atau perlambatan. Kondisi tersebut memaksa banyak produsen baterai, termasuk Samsung SDI, untuk mengatur ulang prioritas anggaran mereka. Alih-alih hanya melakukan efisiensi, perusahaan memilih untuk melakukan perombakan sumber daya secara agresif.

Ekspansi ESS dan AI Data Center

Selain fokus pada kendaraan listrik, Samsung SDI melihat peluang besar pada sektor Energy Storage Systems (ESS). Permintaan terhadap solusi penyimpanan energi ini melonjak tajam seiring pesatnya pembangunan pusat data berbasis AI. Pusat data tersebut membutuhkan pasokan daya stabil yang hanya bisa dipenuhi oleh teknologi baterai canggih.

Perusahaan juga terus memperkuat lini baterai lithium iron phosphate (LFP) untuk segmen pasar yang lebih ekonomis. Meskipun begitu, prioritas utama tetap berada pada pengembangan teknologi kimia baterai tingkat lanjut. Integrasi antara kebutuhan AI dan penyimpanan energi menjadi pilar baru pertumbuhan perusahaan.

Ambisi Memimpin Pasar Baterai Solid-State

Fokus utama dari kucuran dana ini adalah percepatan komersialisasi baterai solid-state. Berbeda dengan baterai lithium-ion biasa, teknologi ini menggunakan elektrolit padat yang tidak mudah terbakar. Hasilnya adalah baterai dengan densitas energi lebih tinggi, pengisian daya lebih cepat, dan tingkat keamanan maksimal.

Halaman Selanjutnya
img_title