Era Baru Microsoft Gaming: Asha Sharma Gantikan Phil Spencer
- Istimewa
- Asha Sharma resmi ditunjuk sebagai CEO Microsoft Gaming menggantikan Phil Spencer yang pensiun.
- Phil Spencer mengakhiri karier hampir empat dekade di Microsoft namun tetap menjadi penasihat hingga 2026.
- Matt Booty naik jabatan menjadi Chief Content Officer untuk memperkuat studio game global.
- Microsoft menargetkan ekspansi pasar lebih luas, termasuk kawasan Asia Tenggara yang potensial.
Raksasa teknologi Microsoft secara resmi mengumumkan perubahan kepemimpinan besar dalam divisi Microsoft Gaming. Asha Sharma kini menjabat sebagai Executive Vice President sekaligus CEO, menggantikan sosok legendaris Phil Spencer yang memutuskan pensiun. Penunjukan strategis ini bertujuan untuk memperkuat visi masa depan Xbox dan memperluas ekosistem gim perusahaan di kancah global.
Visi Asha Sharma untuk Masa Depan Microsoft Gaming
Asha Sharma kini melapor langsung kepada CEO Microsoft, Satya Nadella. Nadella sangat yakin bahwa pengalaman Sharma di Instacart dan Meta akan memacu pertumbuhan divisi gim ke tahap berikutnya. Saat ini, layanan gim Microsoft telah menjangkau lebih dari 500 juta pengguna aktif setiap bulannya.
Kehadiran Sharma diharapkan mampu membawa inovasi segar dalam strategi konsumen perusahaan. Fokus utamanya mencakup pengembangan teknologi baru yang lebih inklusif bagi seluruh pemain. Sharma juga berkomitmen menghadirkan karakter ikonik serta pengalaman bermain yang lebih mendalam bagi penggemar setia Xbox.
Peran Strategis Matt Booty dan Konten Kreatif
Selain penunjukan CEO baru, Microsoft mempromosikan Matt Booty menjadi Chief Content Officer. Booty memegang kendali penuh atas arah kreatif dan kualitas dari seluruh studio gim milik perusahaan. Ia akan bekerja secara sinergis dengan Sharma untuk memastikan dominasi Xbox di pasar internasional tetap terjaga.
Langkah ini juga menjamin stabilitas organisasi di level studio pengembang. Booty menegaskan bahwa saat ini tidak ada perubahan struktur besar-besaran bagi studio gim. Perusahaan justru sedang mengoptimalkan kekuatan waralaba (franchise) yang sudah mapan sambil membuka ruang bagi proyek gim baru yang inovatif.
Warisan Phil Spencer dan Dampak Strategis ke Depan
Phil Spencer meninggalkan warisan yang sangat masif bagi Microsoft Gaming selama 12 tahun kepemimpinannya. Di bawah arahannya, Microsoft berhasil mengakuisisi studio raksasa seperti Activision Blizzard, ZeniMax, hingga Mojang. Meski telah pensiun, Spencer tetap mendampingi perusahaan sebagai penasihat strategis hingga musim panas 2026.