Serem Tapi Keren! Spotify Rilis Speaker Bentuk Tempat Abu, Harga Hampir Rp8 Juta

Serem Tapi Keren! Spotify Rilis Speaker Bentuk Tempat Abu, Harga Hampir Rp8 Juta
Sumber :
  • spotify

Bukan Pertama Kali Spotify Coba Perangkat Keras Tapi Ini yang Paling Aneh

Spotify Diprotes: Banjir Musik AI di Discover Weekly, Kenapa Sulit Dihapus?

Spotify sebenarnya sudah beberapa kali bereksperimen dengan perangkat keras, meski belum pernah sukses besar:

  • Car Thing (2021): Aksesori dashboard mobil untuk streaming musik. Dihentikan pada 2023 karena minim peminat.
  • IKEA VALLSPELARE (2022): Lampu-speaker portabel dengan tombol putar cepat Spotify. Produk edisi terbatas yang lebih populer sebagai koleksi desain.
Pengembalian Analog 2026: Mengapa Kaset 90-an Jadi Detoks Digital

Namun, Eternal Playlist Urn jelas melampaui batas bukan hanya sebagai perangkat, tapi sebagai pernyataan budaya tentang hubungan manusia dengan musik, kenangan, dan kematian.

Liquid Death: Merek yang Mengubah Kematian Jadi Gaya Hidup

Lirik & Makna Lagu 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono: Kritik Tajam untuk Politik Indonesia

Liquid Death bukan sekadar penjual air mineral. Merek ini membangun identitasnya di atas ironi gelap, estetika metal, dan subversi budaya konsumsi.

Sebelumnya, mereka pernah:

  • Menjual air dalam kaleng bergaya bir dengan slogan “Murder Your Thirst”
  • Meluncurkan boneka jerami berdarah sebagai mainan
  • Melelang cooler berbentuk peti mati salju yang laku $68.200

Eternal Playlist Urn sangat sesuai dengan DNA mereka: menggabungkan hal tabu (kematian) dengan kebutuhan modern (musik digital) lalu menjualnya sebagai barang mewah edisi terbatas.

Kritik dan Pertanyaan Etis: Apakah Ini Terlalu Jauh?

Meski inovatif, peluncuran ini tak luput dari kritik. Beberapa netizen menyebutnya:
“Menyedihkan sekaligus genius.”
“Apakah kita benar-benar butuh speaker yang terlihat seperti tempat abu nenek?”

Pertanyaan etis muncul:

  • Apakah ini mengkomodifikasi duka?
  • Apakah mengaburkan batas antara kenangan dan konsumsi?

Namun, pendukungnya berargumen bahwa ini hanyalah ekspresi kreatif modern mirip dengan lukisan abad ke-17 yang menggambarkan tengkorak di meja makan (memento mori), mengingatkan kita bahwa hidup singkat, jadi nikmatilah musik selagi bisa.

Ketersediaan dan Harga: Eksklusif, Mahal, dan Cepat Habis

  • Jumlah unit: Hanya 150
  • Harga: $495 (±Rp7,6 juta)
  • Wilayah: Hanya AS (untuk saat ini)
  • Platform: Dijual melalui situs resmi Spotify dan Liquid Death

Mengingat sifatnya yang sangat terbatas, kemungkinan besar semua unit akan terjual habis dalam hitungan menit menjadi incaran kolektor, penggemar Liquid Death, atau mereka yang ingin “meninggalkan jejak musik” secara literal.

Kesimpulan: Antara Seni, Teknologi, dan Ironi Modern

Halaman Selanjutnya
img_title